Jalaluddin Rumi
Penyair dan tokoh sufi terbesar dari Persia
Ia berkata, "Siapa itu berada di pintu?"
Aku berkata, "Hamba sahaya Paduka."
Ia berkata, "Kenapa kau ke mari?"
Aku berkata, "Untuk menyampaikan hormat padamu, Gusti."
Ia berkata, "Berapa lama kau bisa bertahan?"
Aku berkata, "Sampai ada panggilan."
Aku pun menyatakan cinta, aku mengambil sumpah
Bahwa demi cinta aku telah kehilangan kekuasaan.
Ia berkata, "Hakim menuntut saksi kalau ada pernyataan."
Aku berkata, "Air mata adalah saksiku, pucatnya wajahku adalah buktiku."
Ia berkata, "Saksi tidak sah, matamu juling."
Aku berkata, "Karena wibawa keadilanmu mataku terbebas dari dosa."
Syair religius di atas adalah cuplikan dari salah satu puisi karya penyair sufi terbesar dari Persia, Jalaluddin Rumi. Kebesaran Rumi terletak pada kedalaman ilmu dan kemampuan mengungkapkan perasaannya ke dalam bahasa yang indah. Karena kedalaman ilmunya itu, puisi-puisi Rumi juga dikenal mempunyai kedalaman makna. Dua hal itulah --kedalaman makna dan keindahan bahasa-- yang menyebabkan puisi-puisi Rumi sulit tertandingi oleh penyair sufi sebelum maupun sesudahnya.
œ
Rumi memang bukan sekadar penyair, tetapi ia juga tokoh sufi yang berpengaruh pada zamannya. Rumi adalah guru nomor satu tarekat Maulawiah --sebuah tarekat yang berpusat di Turki dan berkembang di daerah sekitarnya. Tarekat Maulawiah pernah berpengaruh besar dalam lingkungan Istana Turki Utsmani dan kalangan seniman pada sekitar tahun l648.
Sebagai tokoh sufi, Rumi sangat menentang pendewa-dewaan akal dan indera dalam menentukan kebenaran. Pada zamannya, ummat Islam memang sedang dilanda penyakit itu.
Bagi kelompok yang mengagul-agulkan akal, kebenaran baru dianggap benar bila mampu digapai oleh indera dan akal. Segala sesuatu yang tidak dapat diraba oleh indera dan akal, cepat-cepat mereka ingkari dan tidak diakui.
Padahal, menurut Rumi, justru pemikiran semacam itulah yang dapat melemahkan iman kepada sesuatu yang ghaib. Dan karena pengaruh pemikiran seperti itu pula, kepercayaan kepada segala hakekat yang tidak kasat mata, yang diajarkan berbagai syariat dan beragam agama samawi, bisa menjadi goyah.
Rumi mengatakan, "Orientasi kepada indera dalam menetapkan segala hakekat keagamaan adalah gagasan yang dipelopori kelompok Mu'tazilah. Mereka merupakan para budak yang tunduk patuh kepada panca indera. Mereka menyangka dirinya termasuk Ahlussunnah. Padahal, sesungguhnya Ahlussunnah sama sekali tidak terikat kepada indera-indera, dan tidak mau pula memanjakannya."
Bagi Rumi, tidak layak meniadakan sesuatu hanya karena tidak pernah melihatnya dengan mata kepala atau belum pernah meraba dengan indera. Sesungguhnya, batin akan selalu tersembunyi di balik yang lahir, seperti faedah penyembuhan yang terkandung dalam obat. "Padahal, yang lahir itu senantiasa menunjukkan adanya sesuatu yang tersimpan, yang tersembunyi di balik dirinya. Bukankah Anda mengenal obat yang bermanfaat? Bukankah kegunaannya tersembunyi di dalamnya?" tegas Rumi.
œ
PENGARUH TABRIZ. Fariduddin Attar, seorang tokoh sufi juga, ketika berjumpa dengan Rumi yang baru berusia 5 tahun pernah meramalkan bahwa si kecil itu kelak bakal menjadi tokoh spiritual besar. Sejarah kemudian mencatat, ramalan Fariduddin itu tidak meleset.
Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30 September 1207 Rumi menyandang nama lengkap Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma).
Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena kharisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia digelari Sulthanul Ulama (raja ulama). Namun rupanya gelar itu menimbulkan rasa iri pada sebagian ulama lain. Dan merekapun melancarkan fitnah dan mengadukan Bahauddin ke penguasa. Celakanya sang penguasa terpengaruh hingga Bahauddin harus meninggalkan Balkh, termasuk keluarganya. Ketika itu Rumi baru beruisa lima tahun.
Sejak itu Bahauddin bersama keluarganya hidup berpindah- pindah dari suatu negara ke negara lain. Mereka pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut). Dari Sinabur pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya (Turki), Laranda (Iran tenggara) dan terakhir menetap di Konya, Turki. Raja Konya Alauddin Kaiqubad, mengangkat ayah Rumi sebagai penasihatnya, dan juga mengangkatnya sebagai pimpinan sebuah perguruan agama yang didirikan di ibukota tersebut. Di kota ini pula ayah Rumi wafat ketika Rumi berusia 24 tahun.
Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu. Ia baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut mengajar pada perguruan tersebut.
Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya yang luas, di samping sebagai guru, ia juga menjadi da'i dan ahli hukum Islam. Ketika itu di Konya banyak tokoh ulama berkumpul. Tak heran jika Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai penjuru dunia.
Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika ia sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah yang punya murid banyak, 4.000 orang. Sebagaimana seorang ulama, ia juga memberi fatwa dan tumpuan ummatnya untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin alias Syamsi Tabriz.
Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya. Tiba- tiba seorang lelaki asing --yakni Syamsi Tabriz-- ikut bertanya, "Apa yang dimaksud dengan riyadhah dan ilmu?" Mendengar pertanyaan seperti itu Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat pada sasarannya. Ia tidak mampu menjawab. Berikutnya, Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah bergaul beberapa saat, ia mulai kagum kepada Tabriz yang ternyata seorang sufi. Ia berbincang-bincang dan berdebat tentang berbagai hal dengan Tabriz. Mereka betah tinggal di dalam kamar hingga berhari-hari.
Sultan Salad, putera Rumi, mengomentari perilaku ayahnya itu, "Sesungguhnya, seorang guru besar tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu melihat kandungan ilmu yang tiada taranya."
Rumi benar-benar tunduk kepada guru barunya itu. Di matanya, Tabriz benar-benar sempurna. Cuma celakanya, Rumi kemudian lalai dengan tugas mengajarnya. Akibatnya banyak muridnya yang protes. Mereka menuduh orang asing itulah biang keladinya. Karena takut terjadi fitnah dan takut atas keselamatan dirinya, Tabriz lantas secara diam-diam meninggalkan Konya.
Bak remaja ditinggalkan kekasihnya, saking cintanya kepada gurunya itu, kepergian Tabriz itu menjadikan Rumi dirundung duka. Rumi benar-benar berduka. Ia hanya mengurung diri di dalam rumah dan juga tidak bersedia mengajar. Tabriz yang mendengar kabar ini, lantas berkirim surat dan menegur Rumi. Karena merasakan menemukan gurunya kembali, gairah Rumi bangkit kembali. Dan ia mulai mengajar lagi.
Beberapa saat kemudian ia mengutus putranya, Sultan Salad, untuk mencari Tabriz di Damaskus. Lewat putranya tadi, Rumi ingin menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas tindakan murid-muridnya itu dan menjamin keselamatan gurunya bila berkenan kembali ke Konya.
Demi mengabulkan permintaan Rumi itu, Tabriz kembali ke Konya. Dan mulailah Rumi berasyik-asyik kembali dengan Tabriz. Lambat-laun rupanya para muridnya merasakan diabaikan kembali, dan mereka mulai menampakkan perasaan tidak senang kepada Tabriz. Lagi-lagi sufi pengelana itu, secara diam-diam meninggalkan Rumi, lantaran takut terjadi fitnah. Kendati Rumi ikut mencari hingga ke Damaskus, Tabriz tidak kembali lagi.
Rumi telah menjadi sufi, berkat pergaulannya dengan Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan mengembangkan emosinya, sehingga ia menjadi penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan menyanjung gurunya itu, ia tulis syair- syair, yang himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan-i Syams-i Tabriz. Ia bukukan pula wejangan-wejangan gurunya, dan buku itu dikenal dengan nama Maqalat-i Syams Tabriz.
Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi baru, Syekh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas dorongan sahabatnya itu, ia berhasil selama 15 tahun terakhir masa hidupnya menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnavi-i. Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700 bait syair. Dalam karyanya ini, terlihat ajaran-ajaran tasawuf yang mendalam, yang disampaikan dalam bentuk apologi, fabel, legenda, anekdot, dan lain-lain. Karya tulisnya yang lain adalah Ruba'iyyat (sajak empat baris dalam jumlah 1600 bait), Fiihi Maa fiihi (dalam bentuk prosa; merupakan himpunan ceramahnya tentang tasawuf), dan Maktubat (himpunan surat-suratnya kepada sahabat atau pengikutnya).
Bersama Syekh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan tarekat Maulawiyah atau Jalaliyah. Tarekat ini di Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (Para Darwisy yang Berputar-putar). Nama itu muncul karena para penganut tarekat ini melakukan tarian berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase.
œ
WAFAT. Semua manusia tentu akan kembali kepada-Nya. Demikianlah yang terjadi pada Rumi. Penduduk Konya tiba-tiba dilanda kecemasan, gara-gara mendengar kabar bahwa tokoh panutan mereka, Rumi, sakit keras. Meski menderita sakit keras, pikiran Rumi masih menampakkan kejernihannya.
Seorang sahabatnya datang menjenguk dan mendo'akan, "Semoga Allah berkenan memberi ketenangan kepadamu dengan kesembuhan." Rumi sempat menyahut, "Jika engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan bermakna baik. Tapi kematian ada juga kafir dan pahit."
Pada 5 Jumadil Akhir 672 H dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan, penduduk setempat berdesak-desak ingin menyaksikan. Begitulah kepergian seseorang yang dihormati ummatnya.
œ
Aku mati sebagai mineral
dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia;
"Kepada Nya, kita semua akan kembali
Kamis, 04 September 2008
Rabu, 03 September 2008
Tarawih Yuk
Beduk mahgrib di bulan ramadhan tahun ini mendekati jam 20.00. Sebelumnya ada teman di negara Eropa lainnya berpikir Ramadhan tahun ini akan lebih lama puasanya. Bak gaya motivator saya selalu memberi dukungan"Jangan khawatir. Allah SWT tidak akan membiarkan kita puasa lama-lama. Allah tahu kemampuan kita."
Iftar di Yunani sekitar jam 19.52 dan waktu subuh jam 5.24. Alhamdulillah sudah 3 hari puasa semua lancar saja. Aisyah putri saya tidak mengeluh haus seperti tahun lalu. Mungkin karena sekolahnya masih libur, hingga masuk nanti tanggal 15 September.
Bekal dia menjawab pertanyaan teman-teman sekolahnya tentang 'ramazani' sudah lengkap. Aisyah sudah banyak membaca buku-buku tentang Islam gratis kiriman dari Mesir yang berbahasa Yunani. Sebab membaca buku berbahasa Indonesia sering meropotkan saya menjawab pertanyaannya tentang arti kata dan kalimat.
Bagi saya; tarawih adalah kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Saya sudah terbiasa sejak kecil ikut sholat tarawih di mesjid. Pergi ke mesjid dengan guru mengaji sebelah rumah. Kak Unteng namanya. Mesjidnya jauh dan sholatnya 21 rakaat. Kini saya menjalankan tarawih dengan 4-4-3 beserta witir. Pengalaman masa kecil yang selalu saya ingat. Terkadang disela-sela sholat saya berhenti. Usia saya ketika itu sekitar 7-8 tahun. Saya berhenti karena ingin mencicipi jambu air atau makanan lain yang dibawa ke mesjid oleh Kak Unteng.
Tarawih memang selalu ramai diawal Ramadhan. Hari berikutnya mesjid mulai sepi. Memang beda jauh sholat tarawih di rumah dan di mesjid. Di Jakarta ada beberapa tetangga yang mengerjakan sholat tarawih jamaah di rumah. Walau pun ada mesjid dekat rumah mereka. Bagi saya sholat tarawih di mesjid lebih damai. Ada pengalaman spiritual yang tidak bisa didapatkan ketika shiolat di rumah dan di mesjid.
Tarawih hanya bisa dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Menjalankan tarawih manfaatnya puasa terasa lebih mudah dan hati lebih tenang. Bacalah doa-doa dibawah ini;
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu'annii", "Ya Allah, Engkau Maha
Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku". [Hadits
Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850 dari Aisyah, sanadnya shahih. Lihat
syarah Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan, hal. 55-57, karya Ibnu Rajab
Al-Hambali.]
a. Termasuk sunnah, bagi orang yang shalat witir sebanyak tiga rakaat untuk
membaca -setelah membaca al Fatihah- Surat al A'laa pada rakaat pertama,
surat al Kafiruun di rakaat kedua, kemudian surat al Ikhlash di rakaat
ketiga. Hal tersebut sesuai dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu
Dawud, at Tirmidzi, dan Ibnu Maaja. (HR. Abu Dawurd no. 1424. Dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiih an Nasai (1/372), dll).
b. Termasuk sunnah, ketika selesai shalat witir mengucapkan:
"Subhaanal malikil qudduus" 3x
(Maha Suci Allah, Raja Yang Maha Suci).
Dan pada ucapan ketiga terdapat lafazh tambahan menurut ad Daraquthni:
"Rasulullah mempertegas bacaan dan memanjangkan suaranya sambil mengucapkan:
"Rabbul malaaikati war ruuh"
(Rabb pada Malaikat dan Jibril). (Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam
Shahiih an Nasaa'i (1/272).
(Khalid al Husainan, Lebih dari 1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam,
terj. Zaki Rahmawan, Pustaka Imam Asy Syafi'i, cet. I, Juni 2004, hal.
71-72).
Iftar di Yunani sekitar jam 19.52 dan waktu subuh jam 5.24. Alhamdulillah sudah 3 hari puasa semua lancar saja. Aisyah putri saya tidak mengeluh haus seperti tahun lalu. Mungkin karena sekolahnya masih libur, hingga masuk nanti tanggal 15 September.
Bekal dia menjawab pertanyaan teman-teman sekolahnya tentang 'ramazani' sudah lengkap. Aisyah sudah banyak membaca buku-buku tentang Islam gratis kiriman dari Mesir yang berbahasa Yunani. Sebab membaca buku berbahasa Indonesia sering meropotkan saya menjawab pertanyaannya tentang arti kata dan kalimat.
Bagi saya; tarawih adalah kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Saya sudah terbiasa sejak kecil ikut sholat tarawih di mesjid. Pergi ke mesjid dengan guru mengaji sebelah rumah. Kak Unteng namanya. Mesjidnya jauh dan sholatnya 21 rakaat. Kini saya menjalankan tarawih dengan 4-4-3 beserta witir. Pengalaman masa kecil yang selalu saya ingat. Terkadang disela-sela sholat saya berhenti. Usia saya ketika itu sekitar 7-8 tahun. Saya berhenti karena ingin mencicipi jambu air atau makanan lain yang dibawa ke mesjid oleh Kak Unteng.
Tarawih memang selalu ramai diawal Ramadhan. Hari berikutnya mesjid mulai sepi. Memang beda jauh sholat tarawih di rumah dan di mesjid. Di Jakarta ada beberapa tetangga yang mengerjakan sholat tarawih jamaah di rumah. Walau pun ada mesjid dekat rumah mereka. Bagi saya sholat tarawih di mesjid lebih damai. Ada pengalaman spiritual yang tidak bisa didapatkan ketika shiolat di rumah dan di mesjid.
Tarawih hanya bisa dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Menjalankan tarawih manfaatnya puasa terasa lebih mudah dan hati lebih tenang. Bacalah doa-doa dibawah ini;
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu'annii", "Ya Allah, Engkau Maha
Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku". [Hadits
Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850 dari Aisyah, sanadnya shahih. Lihat
syarah Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan, hal. 55-57, karya Ibnu Rajab
Al-Hambali.]
a. Termasuk sunnah, bagi orang yang shalat witir sebanyak tiga rakaat untuk
membaca -setelah membaca al Fatihah- Surat al A'laa pada rakaat pertama,
surat al Kafiruun di rakaat kedua, kemudian surat al Ikhlash di rakaat
ketiga. Hal tersebut sesuai dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu
Dawud, at Tirmidzi, dan Ibnu Maaja. (HR. Abu Dawurd no. 1424. Dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiih an Nasai (1/372), dll).
b. Termasuk sunnah, ketika selesai shalat witir mengucapkan:
"Subhaanal malikil qudduus" 3x
(Maha Suci Allah, Raja Yang Maha Suci).
Dan pada ucapan ketiga terdapat lafazh tambahan menurut ad Daraquthni:
"Rasulullah mempertegas bacaan dan memanjangkan suaranya sambil mengucapkan:
"Rabbul malaaikati war ruuh"
(Rabb pada Malaikat dan Jibril). (Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam
Shahiih an Nasaa'i (1/272).
(Khalid al Husainan, Lebih dari 1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam,
terj. Zaki Rahmawan, Pustaka Imam Asy Syafi'i, cet. I, Juni 2004, hal.
71-72).
Sabtu, 12 Juli 2008
Lilypad: Kota Mengapung

"Imagination is more than knowledge" Albert E
Saya sangat kesengsem dengan hasil karya Arsitek Belgia ini, sehingga artikel ini saya terjemahkan dari website Vincent Callebaut. Tahun 2000 disaat usianya 23 tahun menerima penghargaan the Great Architecture Prize René Serrure dari Institut Victor Horta in Brussels. Sejak saat itu hingga kini berbagai penghargaan diterimanya di bidang arsitektur.
Vincent merupakan arsitek yang sangat peduli pada lingkungan global. Berbagai design arsitektur selalu menyangkut masalah lingkungan. Tahun 2007 dia membuat lima buah proyek yaitu; Anti-Smog, Innovation Centre in Sustainable Development, Paris, France, Perfumed Jungle, Ecological Master plan for the Central Waterfront, Hong Kong, China, Ecomic Tower, Ecological and Metropolitan Informatic Center, Mexico City, Mexico, Childhood’s Greentower, Crib for the Early Childhood, Paris, France, Neuronal Alien, Landscape design for the Vatnsmyri Airfield, Reykjavik, Iceland.
Lebih kurang sebanyak 35 proyek arsitektur yang dibuatnya, namun satu proyek yang paling menggemparkan tahun 2008 adalah proyek Lilypad Kota Mengapung untuk pengungsi akibat perubahan iklim dunia. Lilypad didesign oleh Vincent sebagai antisipasi untuk tahun 2100 yang digambarkkan bahwa akan banyak sekali jumlah para pengungsi dunia akibat terjadinya pemanasan global. Dia mengemukakan bahwa prinsip Archimedes bahwa cairnya es tidak akan merubah peningkatan permukaan air. Sama halnya dengan mencairnya es di dalam air di gelas. Namun ada dua sumber air raksasa yang tidak berada diatas air yang akan mencair dan langsung menuju ke laut yang menyebabkan naiknyapermukaan air laut. Hal ini berhubungan dengan gunung es di Antartika dan Greenland disisi lain, serta benua es. Hal lain yang menyebabkan naiknya permukaan laut tidak ada sangkut pautnya dengan mencairnya es, tetapi dilatasi air yang terjadi akibat pengaruh suhu udara.
Menurut ramalan GIEC (Intergovernmental group on the evolution of the climate), kenaikan permukaan laut akan mencapai 20 hingga 90 cm selama abad ke-21. Setiap kenaikan suhu 1°C akan mengakibatkan air naik 1 meter. Kenaikan air ini akan mempengaruhi 0.05% di Uruguay, 1% di Mesir, 6% di Belanda, 17.5% di Bangladesh dan lebih dari 80% di daerah atoll Majuro di Marshall dan pulau-pulau Kiribati hingga pulau-pulau di Maldives.
Negara-negara seperti Vietnam, Mesir, Bangladesh, Guyana atau Bahamas akan melihat tempat-tempat tinggal masyarakatnya kebanjiran dan genangan Lumpur air asin dari laut. New York, Bombay, Calcutta, Hô Chi Minh City, Shanghai, Miami, Lagos, Abidjan, Jakarta, Alexandria dan lebih dari 250 juta pengungsi dari negara lain akibat perubahan suhu udara.
Itulah sebabnya Lilypad, sebagai prototipe kota yang dibuat mengapung diatas air dan dapat menampung sebanyak 50.000 penduduk. Dan didalamnya dikembangkan kehidupan flora dan fauna disekitar danau dengan air yang ditampung dari air hujan.
Lilypad kota yang akrab dengan lingkungan dapat mengapung dari dari Monaco di Eropa hingga ke daerah bagian Atol Polenesia.
Desain yang sangat modern dalam antisipasi pengungsi akibat pemanasan global. Inspirasi dari daun lilypad Amazonia Victoria Regia, dari keluarga Nympheas, tanaman air yang ditemukan oleh ahli tanaman Jerman Thaddeaus Haenke.
Lilypad kota lingkungan yang mengapung dengan zero emisi udara. Melalui teknologi energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut dan biomass. Bahkan dapat memperoses gas CO2 di adalam atmosfer dan meresap ke kulitnya yang terbuat dari titanium dioxide.
Sumber : vincent.callebaut.org
Jumat, 04 Juli 2008
Bisnis Buku Di Indonesia

The man who does not read good books has no advantage over the man who can't read them. ~Mark Twain, attributed
Jika ada yang mengatakan bisnis buku di Indonesia sedang buram, saya tidak setuju.
Walau pun ada beberapa penerbit buku pelajaran sekolah yang bernasib kelabu. Fakta pasar buku di Indonesia, khususnya masyarakat pecinta buku semakin banyak jumlahnya.
Trend buku di Indonesia masih didominasi oleh larisnya buku-buku agama Islam.Tentu saja hal ini tidak mengherankan. Sebab jumlah mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Buku yang bertema pengembangan diri dan motivasi masih diminati banyak orang. Namun banyaknya buku yang bertema motivasi muncul hanya karena mengikuti trend pasar yang sedang booming, sehingga kualitas isi buku tidak banyak memberi informasi baru.
Di Indonesia ketika buku The Secret laris bak kacang goreng, langsung banyak penulis dan penerbit yang berusaha mengikuti momentum tersebut. Entah ada berapa judul buku yang memakai judul dengan kata rahasia. Berbeda dengan Indonesia, di luar negeri, khususnya penerbit besar di UK seperti Penguin sangat berhati-hati sekali dalam menerbitkan sebuah judul buku.
Mengamati buku non fiksi, di Amerika trend buku motivasi tampaknya mulai mengalami masa jenuh. Kini orang Barat tertarik dengan buku tema spiritual. Buku yang mengetengahkan kisah nyata dan berhubungan dengan masalah kesehatan tetap diminati banyak pembaca. Setelah buku Eat, Love and Pray kisha nyata perjalanan penulisnya ke Italia, India dan Indonesia bestseller di dunia, kini buku berjudul The last Lecturer juga muncul menghebohkan US dan Eropa. Buku kisah nyata seorang guru besar mud ayang terkena kanker, langsung menghiasi rak buku toko dalam sekejap habis.
Sedangkan buku non fiksi, kisah horor, misteri dan science fiction tetap masih teratas diminati sepanjang zaman. Lihat saja buku bestseller di amazon.com di US maupun Jerman(amazon.de)buku tetralogi Stephenie Meyer menduduki tempat teratas sebagai buku bestseller.
Terlepas dari krisis ekonomi global yang melanda dunia. Dunia buku di Indonesia dan di mana saja masih tetap bersinar. Penerbit buku sekolah yang tadinay kelabu kini mulai banting setir kearah buku-buku populer.
Anda sebagai pembaca, pecinta buku, penulis buku atau pun hanya pemerhati. Mari lah kita ramaikan dunia buku di Indonesia dengan berbondong-bondong menghadiri setiap acara Pesta Buku maupun diskusi buku dan jenis acara lainnya yang ada bukunya.
Megara- Yunani,05 Juli 2008
Selasa, 24 Juni 2008
Pesta Mewarnai III di Pesta Buku 2008
PESTA MEWARNAI III
Ikuti lomba mewarnai gambar bertema “STOP PEMANASAN GLOBAL!”
di Pesta Buku Jakarta-IKAPI BOOK FAIR 2008.
Persyaratan peserta:
- Kategori: A usia 4—6 tahun
B usia 7—9 tahun
- Membawa perlengkapan sendiri (crayon set, meja gambar, dll.)
- Membawa bukti fotocopy akte lahir
Tempat: Selasar lantai 2
Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta
Acara: Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 10.00—13.00 WIB
Acara diramaikan oleh:
- Dongeng Cerita Rakyat bersama Kak Riyan
- Badut-badut lucu
HADIAH PEMENANG
Kategori A (usia 4 — 6 tahun)
Juara I : uang Rp 1.500.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara II : uang Rp 1.000.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara III: uang Rp 750.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan I : uang Rp500.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan II : uang Rp400.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan III: uang Rp300.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Kategori B (usia 7 — 9 tahun)
Juara I : uang Rp2.000.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara II : uang Rp1.500.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara III: uang Rp1.000.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan I : uang Rp800.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan II : uang Rp600.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan III : uang Rp400.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Ikuti lomba mewarnai gambar bertema “STOP PEMANASAN GLOBAL!”
di Pesta Buku Jakarta-IKAPI BOOK FAIR 2008.
Persyaratan peserta:
- Kategori: A usia 4—6 tahun
B usia 7—9 tahun
- Membawa perlengkapan sendiri (crayon set, meja gambar, dll.)
- Membawa bukti fotocopy akte lahir
Tempat: Selasar lantai 2
Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta
Acara: Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 10.00—13.00 WIB
Acara diramaikan oleh:
- Dongeng Cerita Rakyat bersama Kak Riyan
- Badut-badut lucu
HADIAH PEMENANG
Kategori A (usia 4 — 6 tahun)
Juara I : uang Rp 1.500.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara II : uang Rp 1.000.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara III: uang Rp 750.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan I : uang Rp500.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan II : uang Rp400.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan III: uang Rp300.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Kategori B (usia 7 — 9 tahun)
Juara I : uang Rp2.000.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara II : uang Rp1.500.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara III: uang Rp1.000.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan I : uang Rp800.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan II : uang Rp600.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Juara Harapan III : uang Rp400.000 + Piala + Piagam + Bingkisan Sponsor
Kamis, 19 Juni 2008
Menyambut Pesta Buku 2008; Buku Anak Islam

"If there’s a book you really want to read but it hasn’t been written yet, then you must write it."
~Toni Morrison (Wanita Pemenang Hadiah Nobel 1993 di bidang Literature)
Di tahun 80-an (1980-) saya keranjingan membaca buku karya Enid Blyton. Harga buku saat itu masih terjangkau. Saya mengumpulkan uang jajan dan memilih buku sebagai jajanan. Cukup banyak juga serial karya pengarang wanita Inggris tersebut. Hingga setiap saya membeli buku, anak-anak tetangga sering meminjam. Bahkan untuk anak orang yang mampu, saya sewakan buku-buku itu sebagai modal untuk membeli buku judul terbaru.
Dua puluh delapan tahun lalu belum banyak buku anak-anak yang ditulis oleh penulis Indonesia. Belum ada buku serial Meo yang ditulis oleh Eka Wardhana, belum ada serial akhlak yang ditulis oleh Bambang Trim dan buku-buku komik Islam AA Gymjuga belum muncul ketika itu. Apalagi Ali Muakhir yang sangat produktif menulis tahun 2000-an, dia mungkin masih sebagai pembaca buku saja.
Saya merasa bahagia bahwa kemajuan industri buku di Indonesia cukup meriah. Buku-buku anak-anak terjemahan dari luar negeri yang membanjiri pasar buku Indonesia sudah ada counterpart-nya. Penerbit Mizan bisa mengimbangi lajunya produksi buku komik atau buku anak-anak luar negeri yang diterbitkan oleh kelompok Gramedia.
Baru saja saya melihat judul-judul buku anak yang diterbitkan oleh Mizan melalui websitenya. Lumayan! Itulah kata yang pantas saya berikan untuk penerbit sekaliber Mizan.
Alasan saya hanya mengatakan lumayan, sebab secara statistik saat ini jumah penduduk Indonesia kurang lebih 200 juta orang beragama Islam. Hasil sensus penduduk tahun 2000, jumlah anak-anak Indonesia kelompok umur usia balita ada 10% dari total jumlah seluruh penduduk Indonesia. Sedangkan anak-anak usia 5-14 tahun berjumlah 23% dari total jumlah penduduk Indonesia. Dan kelompok remaja 15-19 tahun ada 10,51% dari total jumlah 201.241.999 orang yang tercacah dan bertempat tinggal tetap.
Jika dihitung rata-rata jumlah anak-anak dan remaja hasil sensus tahun 2000, maka penduduk Indonesia lebih dari 40% adalah anak-anak dan remaja. Tentu saja jumlah judul buku untuk anak produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan anak-anak negeri kita.
Saya juga mengamati, bahwa kebiasaan pasar buku di Indonesia kurang memberikan penghargaan untuk buku anak. Resensi buku yang ditulis di seluruh media massa di tanah air, hampir semua menampilkan resensi buku untuk dewasa.
Jika saya boleh berpendapat kurangnya penghargaan untuk buku anak-anak merupakan salah satu faktor yang membuat anak-anak lebih senang menonton sinetron daripada membaca buku. Disamping faktor lain, misalnya ada orang tua yang kurang kesadarannyua untuk membelikan anaknya buku daripada mainan.
Industri buku untuk anak-anak Islam masih perlu dipacu laju jalannya. Banyak tema buku yang belum diterbitkan untuk anak-anak dan remaja (teen) yang berkaitan dengan aqidah dan ahklak. Selain itu harga buku untuk anak-anak Islam ini harus diperhatikan. Sebab saya melihat ada buku untuk anak-anak yang dijual dengan harga mahal.
Sebagai konsumen, saya senang membeli buku untuk anak-anak dengan harga yang terjangkau . Patut diacungi jempol harga buku untuk anak-anak Islam dapat dibeli dengan harga dibawah Rp10.000.
Sedangkan tema buku untuk anak Islam, diperlukan lebih banyak judul-judul buku yang berkenaan dengan perilaku, moral dan akhlaq. Sebab buku anak-anak yang berkaitan dengan aqidah lebih banyak di pasaran dari pada buku mengenai pembentukan karakter yang Islami.
Megara, 20 Juni 2008.
Minggu, 15 Juni 2008
Resensi Buku Sang Pemimpi

Judul Tetralogi Laskar Pelangi #2: Sang Pemimpi
No. ISBN 979-3062-92-4
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tanggal terbit: Juli - 2006
Jumlah Halaman : 292
Jenis Cover: Soft Cover
Dimensi(L x P): 130x205mm
Kategori: Petualangan
Harga :Rp40.000
Text:Bahasa Indonesia
Buku yang sangat menginspirasi, sesuai dengan judulnya "Sang Pemimpi", yang menceritakan kisah para perajut mimpi dari tanah Belitong. Semenjak membaca buku pertama Tetralogi Laskar Pelangi, saya langsung jatuh cinta dengan jalinan kisah yang edukatif dan penuh pesan moral ini. Serasa kembali ke masa-masa menimba ilmu di kampung halaman Gunungkidul tercinta. Masa-masa merajut impian, menimba ilmu dan menggantung harapan dan cita-cita masa depan.
Tampak komikal pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai Anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini: Arai dan Ikal akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri.
Ada satu kutipan kalimat Arai kepada Ikal yang sangat kuingat, "..mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli, tapi di sini Kal, di sekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!"
Kutipan ini sungguh dahsyat, mampu menisbikan segala kekurangan, kelemahan, dan keraguan yang secara naluriah menghinggapi anak manusia yang meretas cita-cita. Sangat inspiratif terutama bagi kalangan generasi muda, pelajar dan mahasiswa yang tengah di persimpangan jalan menggapai harapan dan masa depan. Dengan segala kekurangannya, Ikal dan Arai mampu menjaga keteguhan dan senantiasa pantang menyerah dalam perjalanannya. Perjalanan menuju sumur ilmu impian di Universitas de Paris Sorbonne.
Jalinan kisah yang dibangun secara apik oleh sang penulis serasa membius kita untuk mengenal tanah Belitong, kehidupan anak melayu pulau yang memaknai kesengsaraan dalam kehidupan dengan keteguhan bekerja dan merajut impian. Tak lupa sang penulis juga memberikan bumbu-bumbu asmara yang cukup menghibur dan terkadang menggelikan serta dibalut aura keteguhan dalam sosok Arai yang pantang menyerah. Sementara kegelian lain dihadirkan pula dalam sosok Jimbron yang lemah, lugu, unik namun setia kawan.
Tokoh sentral dalam cerita ini, si Ikal, menyajikan karakter yang manusiawi, yang berusaha untuk survive dan bangkit di tengah keterpurukannya, yang belajar dari segala sesuatu di sekelilingnya, dan yang tak segan memberikan pencerahan kepada sahabat-sahabatnya. Sungguh banyak pelajaran positif yang bisa kita ambil dari buku ini. Apabila saya masih berusia belasan tahun dan sedang di bangku sekolah, niscaya buku ini akan memberikan kekuatan ekstra yang membangkitkan potensi terdalam guna meraih kesuksesan.
Salut kepada sang penulis yang telah menghadirkan buku-buku yang penuh jalinan kisah bermanfaat, inspiratif dan membangkitkan ini. Terutama buku Sang Pemimpi yang mungkin telah menjadi ladang inspirasi bagi ribuan pelajar dalam meretas harapan dan cita-citanya. Saya sangat menyarankan bagi siapapun yang sedang haus akan inspirasi untuk sukses, motivasi untuk maju serta kekuatan untuk bangkit, agar membaca buku dengan lembaran yang tipis namun tebal akan inspirasi ini, Sang Pemimpi.
Resensi Novel De Winst

Judul Buku: De Winst: Sebuah Novel Pembangkit Idealisme
Penulis: Afifah Afra
Penerbit: Afra Publishing, Indiva Media Kreasi
Waktu Terbit: Januari 2008
Halaman: 336; 20,5 cm
Harga:
SEMACAM apakah tatanan dunia tujuh puluh tahun yang akan datang, saat terjadi
pergantian milenium? Apakah peradaban akan disetir oleh kalangan yang paling
kuat secara ekonomi? Yang jelas, kehidupan saat ini hingga pada masa yang akan
datang telah disketsa oleh para pemuja De Winst.
Renungan Sekar Pembayun itu dengan galau menutup 22 bab plus epilog novel
sejarah karya Afifah Afra ini. Setahun sebelum cerita dipungkas oleh Sekar di
pengasingan, kisah bermula dengan kedatangan Rangga Puruhita dari pendidikan
sarjana ekonomi di Leiden, Belanda.
Pulang menyandang yudisium tertinggi, kecendekiaan Rangga langsung digedor oleh
ketertindasan kaum pribumi. Masuk sebagai bagian elite dalam sistem ekonomi
kapitalisme pabrik gula, tak cukup membuat perbaikan menjadi nyata. Perjuangan
dari dalam terlalu mempermainkan kesadaran akal sehatnya. Hingga di puncak
pembelaan terhadap warga yang menuntut keadilan harga sewa tanah, Rangga justru
mendapat putusan pecat. Pertemuan dengan Eyang Haji dan usahawan muslim turut
menguatkannya untuk memilih jalan lain yang lebih leluasa dan berdampak nyata:
perlawanan dengan pemberdayaan.
Pematangan kesadarannya itu, sedikit banyak dipengaruhi oleh interaksi dengan
Kresna (misterius), Pratiwi, Sekar, dan Jatmika yang lebih dulu terlibat dalam
perjuangan Partai Rakyat. Salah satu sulut buat Rangga juga ialah kehadiran
sosok antagonis, Jan Thijsse yang menjadi kepala pabrik gula baru dengan
kapitalisme destruktif dan mental penjajah tulen. Belum lagi fakta bahwa Thijsse
ternyata suami Kareen, sosok wanita Belanda yang pernah menarik hati Rangga
ketika sekapal dalam perjalanan pergi-pulang Indonesia-Belanda. Ditambah dengan
kisah tradisi keraton yang menjerat Rangga dan Sekar, maka seiring itu pula
kisah cinta merambatkan julur dan membelit-belit jalan cerita.
Tanpa bertopeng kata, novel ini jelas menghadirkan tiga ideologi sekaligus:
Islam, kapitalisme, dan sosialisme-marxisme (bukan komunisme). Memang inilah
ideologi yang menyemangati panggung sejarah Indonesia jelang kemerdekaan-
-kecuali kapitalisme (dan imperialisme) sebagai musuh bersama. Soekarno dalam
Suluh Indonesia Muda (1926) menyebutnya (plus nasionalisme) sebagai tiga sifat
bagi "njawa pergerakan rakjat" di Indonesia dengan maksud sama: Indonesia
merdeka (Soeripto, 1962).
Sayangnya, novel yang telanjur eksploratif dan mencerahkan ini belum
habis-habisan dalam menguak keempat isme itu. Penyebutan nama terkait ideolog(i)
besar dunia pun masih terkesan cuma selayang pandang. Kecuali memang,
kapitalisme jelas jadi bulan-bulanan. Ini pun seperti tanpa "pembelaan" memadai,
karena ideologi mendunia itu dipersonifikasikan secara berlebih kepada moralitas
seburuk Jan Thijsse.
Kapitalisme sendiri terlembaga dalam pabrik gula. Secara ekonomi, industri ini
memang memberi kemakmuran luar biasa kepada Belanda. Hanya, harapan untuk
menemukan kiprah terorganisasiperger akan muslim dalam novel karya peraih FLP
Award 2002 ini, justru masih belum cukup terpuaskan. Padahal dengan latar pabrik
gula, pembaca seakan digoda dengan ingatan sejarah perlawanan pesantren di
nusantara yang sepertinya belum banyak mengemuka. Kawasan pakauman yang biasanya
berdiri "menantang" di dekat pabrik gula dapat menjadi indikasi awalnya.
Secara keseluruhan layak diakui, De Winst relatif mampu menyegarkan beragam hal
secara reflektif utamanya seputar visi kemajuan, misi kemandirian, intensi
keadilan, dan obsesi kesejahteraan berkerangka keindonesiaan dan tantangan
globalisme. Kesemuanya benar-benar dalam atmosfer idealisme, dan sesuai dengan
kadarnya, juga romantisme.
Kalau Deddy Mizwar sempat risau, sebab belum ada lagi film baru bertema
kebangsaan di momen 100 tahun kebangkitan nasional seperti sekarang (sehingga
menayang ulang Nagabonar), maka dari dunia novel, karya penulis FLP ini seolah
turut menjawab kerisauan itu--dan mungkin kerinduan kita semua. (Zaki
Fathurohman, mahasiswa Institut Pertanian Bogor)***
Catatan tambahan resensi Hartati Nurwijaya;
Karena saya belum membeli buku ini disebabkan kendala lokasi di luar Indonesia. Namun saya mencoba memberikan sedikit resensi bagi kafer Dew Winst. Sangat disayangkan jika isi buku Dew Winst yang sangat menarik, tidak diimbangi oleh design kafer yang bagus. Warna kafer buku ini sangat gelap dan dari gambar yang ditampilkan tidak menunjukkan bawah ini novel sejarah yang berbau politik. Dari kafernya tampak lebih seperti novel percintaan yang buram dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan isinya.
Sumber:
http://newspaper. pikiran-rakyat. co.id/prprint. php?mib=beritade tail&
id=17362
Resensi Buku La Tahzan for Broken Hearted Muslimah
Judul: La Tahzan for Broken Hearted Muslimah
Penulis: Asma Nadia dkk
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
Tebal: 214 halaman
Cetakan: I, April 2008
Harga: Rp 38.000,00
Sebelumnya, Lingkar Pena Publishing House (LPPH) pernah menerbitkan
buku-buku seputar pengalaman berurai air mata karena cinta. Sebut saja
Galz Please Don't Cry, Bidadariku Bukan Untukku, dan Jatuh Bangun
Cintaku. Kisah-kisah nyata dalam La Tahzan for Broken Hearted Muslimah
ini serupa tapi tak sama dengan JBC, bedanya JBC diperuntukkan pembaca
remaja dan lebih kental nuansa keremajaannya.
Setelah membaca seluruh isi buku, berikut beberapa esai yang
meninggalkan kesan amat spesial bagi saya:
1. My Stupid Love at First Sight (Dewi Rieka). Lagi-lagi Dedew
menunjukkan kemahirannya berkocak-ria. Setting di Palembang yang
membuatnya lain dari kisah-kisah cinta remaja pada umumnya kian
melengkapi keelokan tulisan ini. Seraya menuai hikmah, saya
tergelak-gelak dari awal sampai akhir. Dedew mengajak kita
menertawakan diri sendiri dengan segala keluguan dan kenekadannya.
Salah satu istilah yang menempel dalam benak saya adalah sebutan Dewi
Meranggas. Di sini Dedew bertutur lebih lancar dibandingkan esai
satunya, Jatuh Cinta Berjuta Rasanya.
2. Erlang (Intan Arifin). Semenjak menyimak behind the scene-nya
menurut Mbak Intan sendiri di milis pembacaanadia, saya sudah
terdorong untuk membaca esai ini lebih dulu. Tepatlah jika pengalaman
Mbak Intan diletakkan paling muka. Saya trenyuh, terhanyut dalam
keelokan pemaparannya, keterbukaannya yang lembut, sehingga halaman
demi halaman ternikmati tanpa merasa letih karena panjangnya cerita.
3. Cintaku Putus Nyambung (Dyotami). Saya menyukai tulisannya yang
senantiasa segar seperti yang dituangkan Dyo dalam The Real Dezperate
Housewives dahulu. Ada semangat dalam kisah ini. Salah satu yang
menjadikan buku La Tahzan for Broken Hearted cocok dikonsumsi wanita
dewasa maupun remaja.
4. Keping-keping Puzzle (Novi Khansa'). Nopi bukan hanya sukses
menjiwai struktur tulisan khas buku-buku Mbak Asma, tetapi bercerita
dengan lirih tanpa merintih-rintih. Ibarat tangisan, airmata yang
tumpah tak sampai membanjiri lantai. Pemaparan kesedihan yang
proporsional dan relevan dengan judulnya. Membuat saya membayangkan
cinta yang berserakan (karena pecah).
Selebihnya, para kontributor mengisahkan kegagalan masing-masing.
Pengalaman teman yang gagal taaruf berkali-kali, terjebak cinta pada
lelaki beristri, bertepuk sebelah tangan, atau dibiarkan terkatung
tanpa keputusan jelas. Semua mengandung pelajaran betapa cinta kadang
mampu membutakan akal sehat dan ditutup dengan uraian Mbak Asma
berikut hadits-hadits yang sesuai.
Kekurangan buku berkaver indah ini adalah banyaknya salah cetak. Di
flap sampul depan sudah tampak nama Dedew menjadi
Dewi Rieke. Pada profil penulis, misalnya, judul-judul karya tidak
dimiringkan. Huruf besar-kecil pun kerap terlewat. Namun yang paling
mengganggu adalah akhir tulisan Dian Ibung yang tampak belum
selesai karena kalimat menggantung 'Betapa Indahnya Ramadhan ketika
aku menyiapkan sahur untuk suami dan anak-anak..'(halaman 27).
Secara keseluruhan, La Tahzan for Broken Hearted Muslimah menawarkan
aneka rasa dalam kegagalan cinta dan memperoleh teman hidup idaman.
Merangkum duka, membuat merinding, menggeleng-geleng dan
mengangguk-angguk pada saat berdekatan. Sebuah buku yang patut dibaca
berulang-ulang.
--
Sumber Rini Nurul Badariah
http://rinurbad.multiply.com
http://sinarbulan.multiply.com
Resensi Buku Sang Pembelajar Yang Tak Henti Belajar

Judul buku: Sang Pembelajar Yang Tak Henti Belajar
Oleh : Andrie Wongso
Penerbit : AW Publishing
Cetakan I : Desember 2007
Ukuran : 13 X 18.5 cm
Halaman : 226 halaman
ISBN : 978-979-99744-2-6
Harga : Rp 40.000
Sejarah sebenarnya adalah torehan kisah yang bisa jadi sarana pembelajaran bagi semua. Karena itu, siapapun penuturnya, asal disampaikan dengan jujur dan apa adanya, pastilah mengandung banyak hal yang bisa dipelajari dan dimaknai.
Namun, tentu, sejarah akan jadi lebih kaya jika dituturkan oleh seseorang yang mengalaminya sendiri. Karena itu, banyak tokoh yang kemudian menyusun puzzle kehidupannya dengan menulis otobiografi. Ini sah-sah saja. Tetapi, jika biografi itu ditulis oleh orang lain, tentu akan jauh lebih kaya dan sarat makna. Sebab, justru dari kacamata orang lainlah, sosok seseorang bisa dikenal seutuhnya. Ibarat saat ingin melihat diri sendiri, kita pasti butuh bantuan cermin.
Fungsi cermin inilah yang diposisikan sangat tepat oleh sang penulis buku Andrie Wongso; Sang Pembelajar. Sebagai seorang isteri dari motivator nomor satu Indonesia, Lenny Wongso mampu menulis buku ini dengan sangat cerdas. Ia mengulik sisi kehidupan Andrie yang tak pernah terungkap sebelumnya dengan rangkaian cerita yang sangat inspiratif.
Meski berada sangat dekat dengan figur yang ditulisnya, Lenny Wongso tetap mampu menjaga orisinalitas tulisannya sehingga tak terjebak pada idiom buku motivasi. Bahkan, buku ini justru bisa hadir menjadi semacam kumpulan cerita bersambung yang sangat menarik dibaca oleh siapa saja.
Bagaimana kisah awal perjumpaan Andrie dan Lenny yang sangat unik, lucu, dan segar, membuat buku ini mampu membuka berbagai sisi menarik dari seorang Andrie Wongso. Betapa perjuangan cintanya yang sempat ditentang mertua (orang tua Lenny), ternyata justru menumbuhkan semangat juang demi hidup yang membara. Niat membuktikan menjadi yang terbaik, demi sebuah cinta dan harapan, membuat Andrie tumbuh dengan karakter kuat dan semangat yang tak pernah padam.
Hal itu juga yang terlihat dari kisah masa kecilnya yang mungkin terasa sangat pahit. Saking miskinnya, hanya dengan mencium aroma masakan sebuah restoran, Andrie kecil sudah merasakan kenikmatan yang luar biasa. Gemblengan hidup keras dan tekad mengubah nasib inilah yang mampu diungkap Lenny dengan kisah yang bukan hanya menyentuh, tapi sangat memotivasi siapa saja pembacanya.
Berbagai pertanyaan tentang sosok Andrie Wongso terjawab tuntas dalam buku ini. Bagaimana ia yang hanya SDTT mampu menyunting gadis keluarga berada yang lulusan sarjana hukum menjadi jelas dalam buku ini. Bagaimana pula kiatnya dalam menjalankan perusahaannya, Harvest dan berbagai usaha lain juga diungkap dengan lebih dalam.
Dari berbagai kisah itulah, kita bisa memetik banyak pelajaran penting dari sepotong sejarah milik seorang Andrie Wongso. Jika judul buku menyebut Andrie Wongso sebagai "Sang Pembelajar", memang itulah dirinya apa adanya. Melalui penderitaan hidup, ia mampu meraih semua impian sehingga dapat meraih keindahan dan nilai terbaik kehidupannya. Tak salah jika kemudian ia mendapat julukan motivator nomor satu Indonesia. Sebab, semua motivasinya muncul dari pengalaman pribadi sehingga ruhnya mampu menusuk hingga ke relung hati setiap pendengarnya.
Buku ini juga menjelaskan bahwa filosofinya "Success is My Right" memang benar-benar murni dari hal yang dialaminya. Selain itu, kesediaannya berbagi semangat dan motivasi, juga menjadi bukti bahwa Andrie Wongso memang layak untuk mendapat satu predikat lagi: Sang Pembelajar Sejati.
Karena itu, membaca buku ini tak lagi hanya membaca semacam pelajaran sejarah, namun membaca kisah pembelajaran hidup senyatanya. Bahwa hidup butuh diperjuangkan, bahwa sukses adalah hak setiap orang, bahwa manusia selayaknya tak boleh berhenti belajar, sebagaimana semangat seorang Andrie Wongso yang terus menyala dalam setiap langkahnya memotivasi bangsa.
Sumber; www.andriewongso.com
Resensi Buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock

Judul : Perkawinan Antar Bangsa, Love and Shock!
Penulis : Hartati Nurwijaya
Penerbit: Restu Agung
Cetakan : I / 2007
Tebal : 211 hlm
Harga : Rp50.000
Menikah dengan orang asing masih dipandang sebagai hal yang negatif oleh sebagian besar anggota masyarakat Indonesia. Belum ada informasi yang cukup membahas masalah dalam perkawinan antarbangsa mendorong penulis untuk menulis buku ini. Seperti pernikahan pada umumnya, perempuan Indonesia yang menikah dengan WNA pun menemui beberapa masalah dan konflik dalam kehidupan perkawinannya. Apalagi dengan adanya perbedaan kebudayaan yang melatarbelakangi kehidupan sehari-hari. Melalui buku ini pula, penulis berusaha membagi cerita mengenai suka dan duka kehidupan pernikahan dari enam perempuan Indonesia pelaku perkawinan campur (mixed marriage) yang memiliki latar belakang pendidikan dan karir yang memadai.
Di bab pertama, penulis membahas mengenai definisi, kelebihan serta kekurangan dari perkawinan campur. Selain itu, bab ini juga membahas tentang beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menikah dengan WNA dan juga beberapa tips untuk mendapatkan lelaki WNA yang sesuai dengan kondisi dan keinginan. Sub bab yang juga penting adalah mengenai ragam permasalahan umum yang sering dihadapi para perempuan pelaku perkawinan campur. Salah satunya adalah topik yang berhubungan dengan sistem perundang-undangan yang berlaku di Indonesia terkait imigrasi dan status anak hasil perkawinan campur.
Di dalam bab kedua, pembahasan lebih difokuskan kepada kejutan budaya yang dihadapi oleh para pelaku perkawinan campur. Di sini, penulis menggunakan beberapa teori dari sisi ilmu antropologi dan sosiologi. Di sub bab bagian akhir dibahas pula mengenai cara mengatasi kejutan budaya.
Kisah nyata mengenai hidup di negara beda budaya, sikap resistensi para wanita Indonesia di negeri asal suami, dan perubahan peran dari wanita bekerja di kantoran menjadi ibu rumah tangga. Bagaimana mengatasi kejutan budaya dan hal–hal baru yang ditemukan ketika pertama kali datang dan menetap di negara suami , serta bertemu dengan orang tua dan keluarga suami.
Berbagai ragam pengalaman para pelaku perkawinan campur yang tinggal di luar negeri dapat dibaca dalam bab ketiga. Kisah mereka lebih terfokus pada kondisi Eropa karena mereka semua menikah dengan pria dari benua Eropa, yaitu Yunani, Italia, Swedia, Rusia, Belanda dan Swiss. Setiap kisah memiliki permasalahan tersendiri dan cara yang beragam dalam penanganannya.
Disayangkan lay-out buku belum tertata baik. Ada gambar yang ditampilkan buram, salah letaknya dan tidak sesuai keterangan gambarnya. Jenis huruf (font) buku yang dipilih tidak sesuai dengan jenis buku ini.
Buku ini dapat menjadi dua buku yang terpisah, sebab isi bab ke-4 memberi informasi lengkap mengenai enam negara asal para suami wanita yang menulis di buku ini. Secara umum buku ini sangat bermanfaat sebagai informasi tambahan bagi perempuan Indonesia sebelum melangkah ke jenjang pernikahan dengan WNA dan hidup di negara lain, khususnya keenam negara di Eropa tersebut di atas. Namun, buku ini juga berguna untuk membuka wawasan masyarakat umum bahwa pernikahan dengan WNA tidak semudah yang dibayangkan.
Minggu, 01 Juni 2008
Cara Unik Meluncurkan Buku
Cara Unik Meluncurkan Buku
“Human beings, who are almost unique in having the ability to learn from the experience of others, are also remarkable for their apparent disinclination to do so.”
~ Douglas Adams (Penulis Komik, 1952-2001)
Dari kejauhan dilaut lepas tampak seorang gadis pirang langsing berpakaian gaya cat woman warna merah terang berdiri tegak diatas jet ski sambil membawa tas transparan ala spionase (tas yang biasa para bandit gunakan menyimpan uang). Jet ski cepat itu mirip sekali yang biasa digunakan James Bond dalam adegan di film-filmnya.
Seketika jet ski mendekat ke kapal perang Royal Navy dan si gadis pirang naik ke atas dek kapal sambil menyerahkan tas kepada Sebastian Faulks. Isi tas dibuka dan muncullah buku seri terbaru James Bond yang dikeluarkan dalam 21 bahasa pada tanggal 28 Mei 2008 lalu.
Sebastian Faulks adalah penulis yang dipilih oleh ahli waris Ian Flemming untuk menulis seri terbaru lanjutan petualangan agen 007. “Devil May Care” ditulisnya dalam waktu 6 minggu dan sejak dikeluarkan kamis lalu buku ini sudah masuk daftar best seller di amazon.com British.
Di lain tempat, sore ini saya dikejutkan oleh berita di Star TV saluran televisi nasional Yunani. Berita sore jam 20.00 ( sore sebab musim panas matahari terbenam sekitar jam 21.00) memperlihatkan helicopter yang membawa Tung Dusem mengeluarkan uang kertas dari sebuah tas hitam. Ratusan orang berlari di lapangan sepak bola untuk menyambut uang yang berterbangan. Dikatakan oleh penyiar Star tv bahwa Tung Dusem adalah seorang penulis yang sedang meluncurkan bukunya terbaru. Dan impian Tung Dusem untuk membagikan uang kepada rakyat Indonesia dengan cara tersebut. Namun sayang oleh penyiar disebutkan lokasinya di Jakarta, padahal tepatnya di Serang.
Terlepas dari ide unik penerbit buku novel James Bond, Harry Potter atau pun Tung Dusem untuk memperkenalkan buku keluaran terbaru pada masyarakat. Acara launching buku merupakan saat penting yang merupakan salah satu kunci sukses lakunya buku di pasaran.
Sudah pasti saat diadakan launching buku dan media menyebar luaskannya, maka masyarakat mendapat informasi terbitnya buku tersebut. Ide- ide unik dalam meluncurkan buku ke pasar tentu saja akan mendapat kesan tersendiri dan menimbulkan curiosity (keingintahuan yang tinggi). Penasaran melihat keunikan launching bukunya, besar kemungkinan akan menarik masyarakat untuk membeli segera bukunya.
Di lain pihak, banyak penulis yang tidak mampu mengeluarkan biaya untuk mengadakan acara peluncuran buku. Akibat tidak ada dukungan biaya promosi dari penerbit atau pun penulisnya sendiri hidup kembang kempis.
Beberapa waktu lampau saya pernah ditawari beberapa potong kue coklat di toko buku di Athena. Sebelumnya saya berpikir, “kok tumben nih toko buku baik hati menyediakan kue?” Biasanya hanya air dan kopi yang selalu tersedia gratis. Setelah saya amati, ternyata disamping piring kue yang disajikan ada sebuah buku resep kue yang baru saja terbit. Jadi kue yang disajikan di toko adalah asli buatan penulisnya dan merupakan caranya meluncurkan buku.
Steven Blood seorang penulis naskah buku anak-anak, melelang naskahnya berikut hak ciptanya melalui e-bay di internet untuk mencari penerbit yang terbaik. Ada juga beberapa penulis atas izin dari penerbit melakukan promosi dengan cara memberi akses gratis beberapa halaman isi buku bahkan ada yang satu bab untuk didownload.
Di Indonesia sendiri saya melihat penerbit besar selalu memberi dukungan promosi dengan cara launching buku di mall dan resensi di media massa. Sedangkan penerbit menengah dan kecil, mulai merambah masuk ke kampus-kampus. Dan juga melakukan diskusi dan bedah buku di tempat-tempat yang gratis atau pun dengan cara win-win solutions.
Pengalaman pribadi, ketika meluncurkan buku pertama Perkawinan Antarbangsa; Love and Shock. Saya dan EO bergerilya mencari sponsor, sebab sesuai perjanjian dengan penerbit tidak ada bantuan dana promosi buku. Saya memilih tempat di Blizt dengan asumsi bahwa sasaran pembaca buku adalah anak muda dan remaja yang belum menikah.
Semuanya itu merupakan cara-cara unik dari sekian cara untuk mempromosikan buku agar menarik minat pembeli. Mungkin di masa datang akan muncul ide unik lain yang mungkin bisa disebut ide gila cara meluncurkan buku.
Megara, 2 Juni 2008.
“Human beings, who are almost unique in having the ability to learn from the experience of others, are also remarkable for their apparent disinclination to do so.”
~ Douglas Adams (Penulis Komik, 1952-2001)
Dari kejauhan dilaut lepas tampak seorang gadis pirang langsing berpakaian gaya cat woman warna merah terang berdiri tegak diatas jet ski sambil membawa tas transparan ala spionase (tas yang biasa para bandit gunakan menyimpan uang). Jet ski cepat itu mirip sekali yang biasa digunakan James Bond dalam adegan di film-filmnya.
Seketika jet ski mendekat ke kapal perang Royal Navy dan si gadis pirang naik ke atas dek kapal sambil menyerahkan tas kepada Sebastian Faulks. Isi tas dibuka dan muncullah buku seri terbaru James Bond yang dikeluarkan dalam 21 bahasa pada tanggal 28 Mei 2008 lalu.
Sebastian Faulks adalah penulis yang dipilih oleh ahli waris Ian Flemming untuk menulis seri terbaru lanjutan petualangan agen 007. “Devil May Care” ditulisnya dalam waktu 6 minggu dan sejak dikeluarkan kamis lalu buku ini sudah masuk daftar best seller di amazon.com British.
Di lain tempat, sore ini saya dikejutkan oleh berita di Star TV saluran televisi nasional Yunani. Berita sore jam 20.00 ( sore sebab musim panas matahari terbenam sekitar jam 21.00) memperlihatkan helicopter yang membawa Tung Dusem mengeluarkan uang kertas dari sebuah tas hitam. Ratusan orang berlari di lapangan sepak bola untuk menyambut uang yang berterbangan. Dikatakan oleh penyiar Star tv bahwa Tung Dusem adalah seorang penulis yang sedang meluncurkan bukunya terbaru. Dan impian Tung Dusem untuk membagikan uang kepada rakyat Indonesia dengan cara tersebut. Namun sayang oleh penyiar disebutkan lokasinya di Jakarta, padahal tepatnya di Serang.
Terlepas dari ide unik penerbit buku novel James Bond, Harry Potter atau pun Tung Dusem untuk memperkenalkan buku keluaran terbaru pada masyarakat. Acara launching buku merupakan saat penting yang merupakan salah satu kunci sukses lakunya buku di pasaran.
Sudah pasti saat diadakan launching buku dan media menyebar luaskannya, maka masyarakat mendapat informasi terbitnya buku tersebut. Ide- ide unik dalam meluncurkan buku ke pasar tentu saja akan mendapat kesan tersendiri dan menimbulkan curiosity (keingintahuan yang tinggi). Penasaran melihat keunikan launching bukunya, besar kemungkinan akan menarik masyarakat untuk membeli segera bukunya.
Di lain pihak, banyak penulis yang tidak mampu mengeluarkan biaya untuk mengadakan acara peluncuran buku. Akibat tidak ada dukungan biaya promosi dari penerbit atau pun penulisnya sendiri hidup kembang kempis.
Beberapa waktu lampau saya pernah ditawari beberapa potong kue coklat di toko buku di Athena. Sebelumnya saya berpikir, “kok tumben nih toko buku baik hati menyediakan kue?” Biasanya hanya air dan kopi yang selalu tersedia gratis. Setelah saya amati, ternyata disamping piring kue yang disajikan ada sebuah buku resep kue yang baru saja terbit. Jadi kue yang disajikan di toko adalah asli buatan penulisnya dan merupakan caranya meluncurkan buku.
Steven Blood seorang penulis naskah buku anak-anak, melelang naskahnya berikut hak ciptanya melalui e-bay di internet untuk mencari penerbit yang terbaik. Ada juga beberapa penulis atas izin dari penerbit melakukan promosi dengan cara memberi akses gratis beberapa halaman isi buku bahkan ada yang satu bab untuk didownload.
Di Indonesia sendiri saya melihat penerbit besar selalu memberi dukungan promosi dengan cara launching buku di mall dan resensi di media massa. Sedangkan penerbit menengah dan kecil, mulai merambah masuk ke kampus-kampus. Dan juga melakukan diskusi dan bedah buku di tempat-tempat yang gratis atau pun dengan cara win-win solutions.
Pengalaman pribadi, ketika meluncurkan buku pertama Perkawinan Antarbangsa; Love and Shock. Saya dan EO bergerilya mencari sponsor, sebab sesuai perjanjian dengan penerbit tidak ada bantuan dana promosi buku. Saya memilih tempat di Blizt dengan asumsi bahwa sasaran pembaca buku adalah anak muda dan remaja yang belum menikah.
Semuanya itu merupakan cara-cara unik dari sekian cara untuk mempromosikan buku agar menarik minat pembeli. Mungkin di masa datang akan muncul ide unik lain yang mungkin bisa disebut ide gila cara meluncurkan buku.
Megara, 2 Juni 2008.
Selasa, 27 Mei 2008
LOMBA ANTAR BLOGGER DALAM RANGKA PESTA BUKU JAKARTA 2008
Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta, panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008. Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain. untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan.
A. KETENTUAN PESERTA
1. Peserta dari SMA, Perguruan Tinggi dan masyarakat umum
2. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008
B. CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER
Content Lomba blogger :
1.Nama Blog atas nama peserta lomba.
2.Tema Besar “Pesta buku Jakarta 2008” dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog. Banner "PestabukuJakarta" bisa diambil di web site www.pestabukujakarta.com bagian bawah web site : PESTABUKUJAKARTA 2008 ( YANG BERGAMBAR PATUNG TANI DAN ONDEL-ONDEL)
3.Isi/conten dalam blog.
Resensi 10 buku apa saja
Tema buku apa yang anda paling suka( sastra, Novel, agama, ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka
Bagaimana apresiasi anda terhadap buku
Komentar salah satu buku yang anda suka baca, Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca?
Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus
Komentar Blog tentang Pestabukujakarta, dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri.
Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman
Semua Blog mencatumkan link www.pestabukujakarta.com
Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site www.pestabukujakarta.com
4.Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , ikapijaya@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan data identitas:
1. Nama;
2. Alamat:
3. Pekerjaan:
4. Nama web Blog
5.Lomba Blog. ini dimulai tanggal 22. Mei s/ d 1 juli 2005 dan pengumuman Lomba ini pada tanggal 4 Juli 2008 di Arena Pameran Pesta Buku Jakarta atau di website:www.pestabukujakarta.com
6.Penilaian Blogs oleh dewan Yuri :
Bentuk atau penampilan web blog yang bagus.
Isi Conten Mengenai buku dan Menampilkan Banner Pestabuku jakarta 2008
Jumlah banyak yang mengunjungi blog dan komentar terhadap web blogspotnya
Jumlah banyak Link ke Web Blog
7. Keputusan dewan Yuri tidak dapat di ganggu gugat.
Dewan Yuri terdiri dari:
1. Raditya Dika
2. Yayan Sofyan
D.HADIAH PEMENANG
Juara 1.
Uang senilai 5 juta rupiah
Sertifikat dari Panitia PBJ
Juara 2
Uang Senilai 3 juta Rupiah
Sertifikat dari Panitia PBJ
Juara 3
Uang Senilai 2 juta Rupiah
Sertifikat dari Panitia PBJ
PANITIA PBJ 2008
A. KETENTUAN PESERTA
1. Peserta dari SMA, Perguruan Tinggi dan masyarakat umum
2. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 23 mei s/d 1 Juli 2008
B. CONTENT (ISI) LOMBA BLOGGER
Content Lomba blogger :
1.Nama Blog atas nama peserta lomba.
2.Tema Besar “Pesta buku Jakarta 2008” dan menampilkan Banner Pestabuku di halaman depan Blog. Banner "PestabukuJakarta" bisa diambil di web site www.pestabukujakarta.com bagian bawah web site : PESTABUKUJAKARTA 2008 ( YANG BERGAMBAR PATUNG TANI DAN ONDEL-ONDEL)
3.Isi/conten dalam blog.
Resensi 10 buku apa saja
Tema buku apa yang anda paling suka( sastra, Novel, agama, ilmu sosial dan politik) dan berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka
Bagaimana apresiasi anda terhadap buku
Komentar salah satu buku yang anda suka baca, Mengapa anda suka dengan buku yang anda baca?
Setiap Blogspot harus diberi komentar minimal 20 orang dan lebih banyak lebih bagus
Komentar Blog tentang Pestabukujakarta, dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri.
Blog harus mempunyai Link ke 20 blogger teman
Semua Blog mencatumkan link www.pestabukujakarta.com
Menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site www.pestabukujakarta.com
4.Nama Blog dapat di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , ikapijaya@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau info@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan data identitas:
1. Nama;
2. Alamat:
3. Pekerjaan:
4. Nama web Blog
5.Lomba Blog. ini dimulai tanggal 22. Mei s/ d 1 juli 2005 dan pengumuman Lomba ini pada tanggal 4 Juli 2008 di Arena Pameran Pesta Buku Jakarta atau di website:www.pestabukujakarta.com
6.Penilaian Blogs oleh dewan Yuri :
Bentuk atau penampilan web blog yang bagus.
Isi Conten Mengenai buku dan Menampilkan Banner Pestabuku jakarta 2008
Jumlah banyak yang mengunjungi blog dan komentar terhadap web blogspotnya
Jumlah banyak Link ke Web Blog
7. Keputusan dewan Yuri tidak dapat di ganggu gugat.
Dewan Yuri terdiri dari:
1. Raditya Dika
2. Yayan Sofyan
D.HADIAH PEMENANG
Juara 1.
Uang senilai 5 juta rupiah
Sertifikat dari Panitia PBJ
Juara 2
Uang Senilai 3 juta Rupiah
Sertifikat dari Panitia PBJ
Juara 3
Uang Senilai 2 juta Rupiah
Sertifikat dari Panitia PBJ
PANITIA PBJ 2008
Sabtu, 24 Mei 2008
Patent Foramen Ovale (PFO)
"Betapa sempurnanya mahluk diciptakan oleh Allah SWT, hingga sebesar zarrah pun sangat berarti bagi kehidupan" ~ Hartati Nurwijaya
Saat makan siang dengan anak-anak, tiba-tiba telepon berdering. Saudara sepupu saya, Uni Susi menelpon dari Jakarta, bertanya kabar mengenai kondisi kesehatan saya.
Alhamdulillah semua hasil test baik, dan test darah dari rumah sakit Hipocrateus sudah di fax langsung ke rumah sakit tempat saya dirawat. Hasilnya ; kolesterol darah normal, gula darah normal dan semuanya baik.
Satu dari empat orang diperkirakan lahir dengan lubang diantara bagian kanan dan kiri atrium jantung, kondisi yang dikenal sebagai patent foramen ovale (PFO). Lubang tersebut bisa sangat kecil dan bisa besar. Akibat lubang tersebut darah tidak terfilter dan partikel lemak melewati arteri hingga menyebabkan penyumbatan.
PFO inilah yang menyebabkan saya harus menginap beberapa hari di rs di Athena dan melakukan 12 macam test.
Kebanyakan orang dengan PFO tidak mempunyai masalah atau keluhan sakit. Bahkan pada wanita yang mempunyai PFO lebih dari satu bisa melahirkan normal dengan banyak anak. Namun sejalan waktu, lubang tersebut dapat mempengaruhi supply darah ke otak, yang menimbulkan migrain dan kemungkinan stroke.
150.000 orang Inggris kena stroke tiap tahun, lebih dari 40%-nya adalah penderita PFO.
InsyaAllah hari Kamis 29 Mei 2008, saya akan menjalani operasi kecil menutup lubang sangat kecil tersebut dengan device yang disebut amplatzer (saya bertanya sebelumnya pada dokter yang akan menangani penutupan nanti). Mengenai amplatzer bisa dibaca lebih detail di google.
Di UK sendiri sejak tahun 2007, penderita PFO ditutup dengan collagen yang terbuat dari bioplant yang dianggap lebih aman dan lebih praktis. Bioplant collagen ini bahannya berasal dari babi.
Hari kamis nanti amplatzer akan dimasukkan melalui kaki dengan kateter yang menuju keatas bangian jantung. Tentu saja dibantu dengan kamera yang akan dimasukkan melalui mulut.
Ahli penyakit jantung yang melakukan test dan menemukan adanya lubang di jantung saya, sebelumnya mengatakan jika hasil test darah menemukan sesuatu penyakit, maka sebenarnya PFO saya tidak perlu ditutup. Banyak orang yang punya PFO tetap hidup normal tanpa keluhan.
Ternyata hasil test darah baik, maka sakit kepala saya akibat PFO dan juga melalui mri ditemukan dua stroke di kepala saya. Jika tidak ditutup dikhawatrikan akan terjadi serangan stroke di masa depan.
Resep obat dari cardiologist yang dibeli suami di apotik, namanya salospir 100 mg dan plavix. Setelah search di net tentang plavix, saya memutuskan tidak mengkonsumsinya.
Semoga info ini dapat berguna bagi Anda semua.
Saat makan siang dengan anak-anak, tiba-tiba telepon berdering. Saudara sepupu saya, Uni Susi menelpon dari Jakarta, bertanya kabar mengenai kondisi kesehatan saya.
Alhamdulillah semua hasil test baik, dan test darah dari rumah sakit Hipocrateus sudah di fax langsung ke rumah sakit tempat saya dirawat. Hasilnya ; kolesterol darah normal, gula darah normal dan semuanya baik.
Satu dari empat orang diperkirakan lahir dengan lubang diantara bagian kanan dan kiri atrium jantung, kondisi yang dikenal sebagai patent foramen ovale (PFO). Lubang tersebut bisa sangat kecil dan bisa besar. Akibat lubang tersebut darah tidak terfilter dan partikel lemak melewati arteri hingga menyebabkan penyumbatan.
PFO inilah yang menyebabkan saya harus menginap beberapa hari di rs di Athena dan melakukan 12 macam test.
Kebanyakan orang dengan PFO tidak mempunyai masalah atau keluhan sakit. Bahkan pada wanita yang mempunyai PFO lebih dari satu bisa melahirkan normal dengan banyak anak. Namun sejalan waktu, lubang tersebut dapat mempengaruhi supply darah ke otak, yang menimbulkan migrain dan kemungkinan stroke.
150.000 orang Inggris kena stroke tiap tahun, lebih dari 40%-nya adalah penderita PFO.
InsyaAllah hari Kamis 29 Mei 2008, saya akan menjalani operasi kecil menutup lubang sangat kecil tersebut dengan device yang disebut amplatzer (saya bertanya sebelumnya pada dokter yang akan menangani penutupan nanti). Mengenai amplatzer bisa dibaca lebih detail di google.
Di UK sendiri sejak tahun 2007, penderita PFO ditutup dengan collagen yang terbuat dari bioplant yang dianggap lebih aman dan lebih praktis. Bioplant collagen ini bahannya berasal dari babi.
Hari kamis nanti amplatzer akan dimasukkan melalui kaki dengan kateter yang menuju keatas bangian jantung. Tentu saja dibantu dengan kamera yang akan dimasukkan melalui mulut.
Ahli penyakit jantung yang melakukan test dan menemukan adanya lubang di jantung saya, sebelumnya mengatakan jika hasil test darah menemukan sesuatu penyakit, maka sebenarnya PFO saya tidak perlu ditutup. Banyak orang yang punya PFO tetap hidup normal tanpa keluhan.
Ternyata hasil test darah baik, maka sakit kepala saya akibat PFO dan juga melalui mri ditemukan dua stroke di kepala saya. Jika tidak ditutup dikhawatrikan akan terjadi serangan stroke di masa depan.
Resep obat dari cardiologist yang dibeli suami di apotik, namanya salospir 100 mg dan plavix. Setelah search di net tentang plavix, saya memutuskan tidak mengkonsumsinya.
Semoga info ini dapat berguna bagi Anda semua.
Minggu, 27 April 2008
Finally Fouad AlFarhan has been released
Alhamdulillah finally the goverment of Saudi Arabia freed Fouad AlFarhan. Yesterday on April 26, Fouad can reunited with his 2 children and his family in Jeddah. Fouad is Saudi blogger, has been releesed after 137 days in prison.
Minggu, 20 April 2008
A Builder Or A Destroyer?
A Destroyer or A Builder?
Dalam kitab suci Al Quran, Allah SWT melarang kita dengan ayat “… jangan berbuat kerusakan di atas dunia”. Makna yang dalam dan luas sebagai pembuat kerusakan. Siapa saja bisa menjadi perusak,
Dari anak kecil hingga orang tua bisa menjadi perusak. Anak kecil menjadi perusak tatkala dia bermain dan secara tidak sengaja dia merusakkan mainannya akibat rasa ingin tahunya. Seorang remaja yang merokok, merusak dirinya dengan mengisap racun rokok dan menghabiskan uang pemberian orang tua membeli rokok. Seorang pemimpin menjadi perusak ketika membuat peraturan membolehkan perusahaan menebang kayu di hutan lindung.
Seorang yang iri hati dan berburuk sangka bisa menjadi perusak ketika memutuskan hubungan silaturahmi. Seorang yang pesimis dan senang mencela dapat juga disebut perusak. Seseorang yang kurag informasi dan menebar berita bohong bisa disebut perusak. Siapa saja bisa menjadi perusak. Mudah sekali menjadi perusak.
Bagaimana menjadi a builder?
Jika boleh saya berpendapat, siapa saja bisa menjadi a builder. Seorang anak yang membuat istana pasir di tepi pantai ketika bermain dia bisa disebut a builder. Walau pun kemudian dia akan menangis ketika melihat istana pasirnya rubuh diterpa ombak laut. Mantan presiden RI yang wafat tahun lalu disebut sebagai Bapak Pembangunan. Walaupun almarhum bisa disebut juga perusak, akibat keputusan dan kebijakannya sebagai pemimpin di masa lalu.
Seseorang yang memungut kulit pisang atau kaca di jalan bisa disebut a builder. Dia mencegah terjadinya kerusakan atas diri orang lain. Jadi intinya siapa saja bisa menjadi a builder semudah ketika dia menjadi perusak.
Seorang tukang disebut a builder ketika membangun rumah dengan semangat, dia enjoy melakukan pekerjaannya sebagai tukang. Walu rumah yang dibangunya milik orang lain. Namun ada rasa bahagia ketika dia melihat hasil kerjanya bagus.
Sebaliknya seseorang bekerja dengan terpaksa dan melakukan dengan setengah hati, hanya berharap imbalan yang baik, Maka jelas individu ini disebut perusak. Bahkan seseorang yang senang meminta bantuan tanpa memberi imbalan jelas dia termasuk golongan perusak.
Seseorang menjadi a builder bisa dilakukan setiap saat dan setiap hembusan nafas. Melakukan hal yang disebut bermakna ibadah. Namun terkadang ide mencegah perbuatan mungkar dan menegakkan yang ma’ruf, menjadi merusak tatkala nafsu dan egoisme diri muncul.
Megara, 20 April 2008
Dalam kitab suci Al Quran, Allah SWT melarang kita dengan ayat “… jangan berbuat kerusakan di atas dunia”. Makna yang dalam dan luas sebagai pembuat kerusakan. Siapa saja bisa menjadi perusak,
Dari anak kecil hingga orang tua bisa menjadi perusak. Anak kecil menjadi perusak tatkala dia bermain dan secara tidak sengaja dia merusakkan mainannya akibat rasa ingin tahunya. Seorang remaja yang merokok, merusak dirinya dengan mengisap racun rokok dan menghabiskan uang pemberian orang tua membeli rokok. Seorang pemimpin menjadi perusak ketika membuat peraturan membolehkan perusahaan menebang kayu di hutan lindung.
Seorang yang iri hati dan berburuk sangka bisa menjadi perusak ketika memutuskan hubungan silaturahmi. Seorang yang pesimis dan senang mencela dapat juga disebut perusak. Seseorang yang kurag informasi dan menebar berita bohong bisa disebut perusak. Siapa saja bisa menjadi perusak. Mudah sekali menjadi perusak.
Bagaimana menjadi a builder?
Jika boleh saya berpendapat, siapa saja bisa menjadi a builder. Seorang anak yang membuat istana pasir di tepi pantai ketika bermain dia bisa disebut a builder. Walau pun kemudian dia akan menangis ketika melihat istana pasirnya rubuh diterpa ombak laut. Mantan presiden RI yang wafat tahun lalu disebut sebagai Bapak Pembangunan. Walaupun almarhum bisa disebut juga perusak, akibat keputusan dan kebijakannya sebagai pemimpin di masa lalu.
Seseorang yang memungut kulit pisang atau kaca di jalan bisa disebut a builder. Dia mencegah terjadinya kerusakan atas diri orang lain. Jadi intinya siapa saja bisa menjadi a builder semudah ketika dia menjadi perusak.
Seorang tukang disebut a builder ketika membangun rumah dengan semangat, dia enjoy melakukan pekerjaannya sebagai tukang. Walu rumah yang dibangunya milik orang lain. Namun ada rasa bahagia ketika dia melihat hasil kerjanya bagus.
Sebaliknya seseorang bekerja dengan terpaksa dan melakukan dengan setengah hati, hanya berharap imbalan yang baik, Maka jelas individu ini disebut perusak. Bahkan seseorang yang senang meminta bantuan tanpa memberi imbalan jelas dia termasuk golongan perusak.
Seseorang menjadi a builder bisa dilakukan setiap saat dan setiap hembusan nafas. Melakukan hal yang disebut bermakna ibadah. Namun terkadang ide mencegah perbuatan mungkar dan menegakkan yang ma’ruf, menjadi merusak tatkala nafsu dan egoisme diri muncul.
Megara, 20 April 2008
Senin, 07 April 2008
Tampil di Star TV Yunani
“I see only the goal... all obstacles must give way.”
— Napoleon
Jumat petang ketika sedang bermain dengan anak bungsu terdengar telepon berdering. Secepatnya saya minta si kakak mengangkat telepon. Kakak yang fasih bahasa Yunani, tampak senyum berbincang di telepon. Beberapa kali disebutnya nama Habiba; seorang teman warga Maroko yang telah 13 tahun menikah dengan pria Yunani.
Seketika diopernya telepon “Mam ini dari Pak Na’im,” kata si kakak sambil menyodorkan telepon wireless. Si bungsu menangis dan hendak bicara di telepon juga.
Naim al Ghandour adalah Ketua Perkumpulan Orang Arab di Yunani. Dia berasal dari Mesir dan istrinya seorang wanita Yunani. Istrinya asli Yunani namun tampak seperti wanita Arab.
Setelah saling mengucapkan salam dan saling bertanya mengenai kabar masing-masing keluarga. Akhirnya Pak Naim bertanya “Apakah bisa hari Senin datang ke Star tv dalam acara Boro (Bisa)?”
“Tentang apa topiknya?” saya balik bertanya
“Tentang kehidupan orang Yunani yang menikah dengan orang asing,” jawabnya.
“Kalau begitu, saya diskusikan dahulu dengan suami dan insyaAllah besok kami kasih kabar,” saya bertutur dan menutup pembicaraan kami.
Setelah anak-anak tidur malam harinya, saya mencari info sebanyak-banyaknya mengenai acara “Boro”. Walau pun sudah sering melihat acara talk show ini yang ditayangkan setiap Senin hingga Jumat pada jam 4.00 petang, tetap belum puas kalau belum tahu siapa sutradara acara ini.
Berhasil melihat beberapa show Boro yang lampau dan juga berhasil melihat sejarah talk show ini. Hingga membuka website www.star.gr yang menampilkan wajah Anna Drouza di halaman mukanya. Anna Drouza adalah pemandu acara “Boro”.
Singkat cerita, siang tadi saya menelpon Pak Naim dan mengatakan kami bersedia hadir di talk show hari Senin. Selang beberapa menit kemudian Anna Drouza menelpon ke rumah kami. Kembali si kakak yang jago bahasa Yunani, mengangkat telepon dan ebros obros, dia tanya siapa yang menelpon.
“Oh Mam i Anna Drouza,” katanya nampak kaget sambil meyodorkan telepon.
“Kalimera….. .. bla…..bla…..” Singkat kata saya diinterview Anna Drouza melalui telepon dan dia ingin berbicara dengan suami sore hari.
Selang beberapa jam dia menelpon kembali. Ketika saya membawa anak-anak tidur siang di kamar atas terdengar suara suami “Besok kru tv Star mau datang jam 3 sore, kita harus membersihkan rumah!”
Baru sebagian rumah yang rapi, saya sudah pegel punggung…habis sholat isya mau langsung tidur….
Senin siang jam 13.00 kami dijemput oleh kru (floor man) menuju daerah Kifissia di Athena. Kami dijemput lebih awal karena live show memerlukan persiapan lebih awal.
Acara talk show berlangsung jam 4.35 sore. Topik yang diketengahkan mengenai “Cinta Tanpa Batas Wilayah”. Di awal acara ditampilkan sebuah video, kisah pria Yunani yang menikahi wanita Turki. Setelah beberapa bulan menikah diketahui oleh pria Yunani bahwa kakek(kakek beberapa keturunan sebelumnya) istrinya lah yang membunuh kakeknya (kakek keturunan sebelumnya). Hal itu terjadi ketika masa perjuangan kemerdekaan Yunani dari pihak Kesultanan Ottoman. Yunani dijajah Turki selama lebih 400 tahun.
Mengetahui hal tersebut terjadi, suami yang berasal dari Yunani menceraikan istrinya. Tidak hanya sampai disitu, suami juga mengejar istrinya dan ingin balas dendam. Akhirnya pria Yunani itu ditangkap polisi dan dipenjara di Turki.
Dibincangkan dalam talk show, masalah mengapa kedua pasangan menikah di Turki. Lalu ditelpon-lah walikota daerah asal pria tempat tinggal pri atersebut. Bapak Walikota mengatakan bahwa orang Turki sulit mengurus izin masuk ke wilayah Yunani.
Setelah video pasangan Yunani-Turki selesai dibahas. Pembawa acara Anna Drouza mulai mewawancarai pasangan Yunani-Argentina. Ada tiga pasang suami –istri yang ditampilkan dalam acara talk show Senin petang tersebut. Saya dan suami asal Yunani, lalu Maketa wanita Ethiopia dan tunangannya Nectarios asal Yunani . Maria wanita Yunani dan suaminya Luois asal Argentina.
Louis menceritakan kisahnya sebagai pria asing yang tinggal di Yunani. Dikatakannya bagaimana sulitnya mengurus izin tinggal di Yunani. Kemudian dia merasa ada rasisme di Yunani. Luios dan Maria menetap di Athena. Mereka berdua bekerja sebagai penari Tango professional. Setelah diinterview pasangan ini kemudian menari Tango.
Selang 5 menit iklan, kemudian diwawancarai pasangan dari Ethiopia dan Yunani. Maketa berusia 26 tahun, badannya tinggi, hidungnya mancung dan dia tampak sangat menarik. Nectarios pria Yunani yang tinggi dengan rambut ikal dan wajahnya ganteng. Maketa menjelaskan bahwa dia datang ke Yunani untuk melanjutkan sekolah. Anna Drouza kembali mencecarnya dengan pertanyaan “Kok ke Yunani yang bahasanya sangat sulit dipelajari? Kenapa tidak ke Perancis?”
Maketa menjawab bahwa dia memang ingin ke Yunani. Maketa tidak banyak berbicara dan lebih banyak Nectarios berbincang. Dikisahkannya mengenai bagaimana mereka awalnya bertemu. Ketika dipertemukan Maketa dan orang tuanya tidak ada masalah sama sekali, walau pun Maketa kulitnya hitam asal benua Afrika.
Akhirnya tiba pada giliran kami. Saya ditanya mengenai pakaian tradisional Indonesia. Saya jelaskan di Indonesia ada lebih dari 360 suku dan tiap suku pakaiannya berbeda. Namun kaum wanita punya baju nasional yang disebut Kebaya. Saya memakai kebaya dan kain songket.
Suami yang menjelaskan bagaimana kisah awal pertemuan kami. Suami yang menjelaskan bagaimana kisah awal pertemuan kami. Suami juga menjelaskan mengenai pekerjaan saya dahulu di Jakarta dan pekerjaan saya menulis di rumah pada waktu senggang.
Seorang pengacara yang hadir tampak kaget ketika suami menceritakan kisah perjalanan karir saya bekerja di BUMN dan sebelumnya bekerja sebagai peneliti di Depkes. Pengacara wanita itu lalu berkomentar "Wah sudah punya karir bagus di Jakarta. Berkorban datang ke Yunani, Anda harus fasih berbahasa Yunani," katanya memberi saya motivasi agar belajar bahasa Yunani. Maklum sudah lima tahun menetap di Yunani, bahasa Yunani saya payah sekali. Sebab di rumah suami memakai bahasa Inggris. Saya dan anak-anak setiap hari berbahasa Indonesia. Suami hanya berbahasa Yunani dengan
anak-anak saja.
Psikolog yang berusia 26 tahun, bertanya mengenai apakah anak-anak kami pernah bertanya mengapa warna kulitnya beda, hidungnya beda dengan teman lainnya. Saya jawab, bahwa anak-anak saya tidak pernah bertanya masalah beda fisik mereka dengan teman mereka yang asli Yunani.
Bahkan saya jelaskan, Barak Obama, Tiger Wood adalah anak hasil perkawinan antarbangsa yang sukses. Saya selalu memberi anak-anak saya motivasi agar sukses dunia dan akhirat.
Di akhir acara, saya berikan buku pertama saya; Love&Shock. Buku yang tinggal satu-satunya dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Anna Drouza menerimanya dengan senang hati. Walau dia tidak bisa berbahasa Indonesia dan jika dibacanya pun dia tidak mengerti.
Si bungsu Posiedona Hadi yang ikut tampil bersama kami, dia menarik hati produser acara “Boro” ini. Beberapa kali wajah Hadi menghiasi bincang ini. Si Kakak melapor ketika kami sampai di rumah. Kakak menceritakan bagaimana adiknya tampak lucu di layar tv, bahkan Hadi sempat mengupil juga disorot tv.
Acara yang tampil live show ini ditonton oleh para tetangga di Megara. Bahkan kenalan lama yang tidak pernah kontak, menelpon ke rumah setelah melihat kami di Star tv.
Kembali ke Megara kami diantar oleh kru. Sempat juga saya wawancari kru yang bertugas sebagai “floor man”. Saya tanya mengenai gajinya dan bagaimana seluk beluk kerja di broadcasting. Ternyata gajinya hanya 1000 euro perbulan dan kerjanya mulai jam 9 pagi hingga 9 malam. Untuk ukuran gaji memang kecil dan dia berencana keluar dari dunia broadcast setelah lulus kuliah dan memilih akan menjadi guru di SMA.
— Napoleon
Jumat petang ketika sedang bermain dengan anak bungsu terdengar telepon berdering. Secepatnya saya minta si kakak mengangkat telepon. Kakak yang fasih bahasa Yunani, tampak senyum berbincang di telepon. Beberapa kali disebutnya nama Habiba; seorang teman warga Maroko yang telah 13 tahun menikah dengan pria Yunani.
Seketika diopernya telepon “Mam ini dari Pak Na’im,” kata si kakak sambil menyodorkan telepon wireless. Si bungsu menangis dan hendak bicara di telepon juga.
Naim al Ghandour adalah Ketua Perkumpulan Orang Arab di Yunani. Dia berasal dari Mesir dan istrinya seorang wanita Yunani. Istrinya asli Yunani namun tampak seperti wanita Arab.
Setelah saling mengucapkan salam dan saling bertanya mengenai kabar masing-masing keluarga. Akhirnya Pak Naim bertanya “Apakah bisa hari Senin datang ke Star tv dalam acara Boro (Bisa)?”
“Tentang apa topiknya?” saya balik bertanya
“Tentang kehidupan orang Yunani yang menikah dengan orang asing,” jawabnya.
“Kalau begitu, saya diskusikan dahulu dengan suami dan insyaAllah besok kami kasih kabar,” saya bertutur dan menutup pembicaraan kami.
Setelah anak-anak tidur malam harinya, saya mencari info sebanyak-banyaknya mengenai acara “Boro”. Walau pun sudah sering melihat acara talk show ini yang ditayangkan setiap Senin hingga Jumat pada jam 4.00 petang, tetap belum puas kalau belum tahu siapa sutradara acara ini.
Berhasil melihat beberapa show Boro yang lampau dan juga berhasil melihat sejarah talk show ini. Hingga membuka website www.star.gr yang menampilkan wajah Anna Drouza di halaman mukanya. Anna Drouza adalah pemandu acara “Boro”.
Singkat cerita, siang tadi saya menelpon Pak Naim dan mengatakan kami bersedia hadir di talk show hari Senin. Selang beberapa menit kemudian Anna Drouza menelpon ke rumah kami. Kembali si kakak yang jago bahasa Yunani, mengangkat telepon dan ebros obros, dia tanya siapa yang menelpon.
“Oh Mam i Anna Drouza,” katanya nampak kaget sambil meyodorkan telepon.
“Kalimera….. .. bla…..bla…..” Singkat kata saya diinterview Anna Drouza melalui telepon dan dia ingin berbicara dengan suami sore hari.
Selang beberapa jam dia menelpon kembali. Ketika saya membawa anak-anak tidur siang di kamar atas terdengar suara suami “Besok kru tv Star mau datang jam 3 sore, kita harus membersihkan rumah!”
Baru sebagian rumah yang rapi, saya sudah pegel punggung…habis sholat isya mau langsung tidur….
Senin siang jam 13.00 kami dijemput oleh kru (floor man) menuju daerah Kifissia di Athena. Kami dijemput lebih awal karena live show memerlukan persiapan lebih awal.
Acara talk show berlangsung jam 4.35 sore. Topik yang diketengahkan mengenai “Cinta Tanpa Batas Wilayah”. Di awal acara ditampilkan sebuah video, kisah pria Yunani yang menikahi wanita Turki. Setelah beberapa bulan menikah diketahui oleh pria Yunani bahwa kakek(kakek beberapa keturunan sebelumnya) istrinya lah yang membunuh kakeknya (kakek keturunan sebelumnya). Hal itu terjadi ketika masa perjuangan kemerdekaan Yunani dari pihak Kesultanan Ottoman. Yunani dijajah Turki selama lebih 400 tahun.
Mengetahui hal tersebut terjadi, suami yang berasal dari Yunani menceraikan istrinya. Tidak hanya sampai disitu, suami juga mengejar istrinya dan ingin balas dendam. Akhirnya pria Yunani itu ditangkap polisi dan dipenjara di Turki.
Dibincangkan dalam talk show, masalah mengapa kedua pasangan menikah di Turki. Lalu ditelpon-lah walikota daerah asal pria tempat tinggal pri atersebut. Bapak Walikota mengatakan bahwa orang Turki sulit mengurus izin masuk ke wilayah Yunani.
Setelah video pasangan Yunani-Turki selesai dibahas. Pembawa acara Anna Drouza mulai mewawancarai pasangan Yunani-Argentina. Ada tiga pasang suami –istri yang ditampilkan dalam acara talk show Senin petang tersebut. Saya dan suami asal Yunani, lalu Maketa wanita Ethiopia dan tunangannya Nectarios asal Yunani . Maria wanita Yunani dan suaminya Luois asal Argentina.
Louis menceritakan kisahnya sebagai pria asing yang tinggal di Yunani. Dikatakannya bagaimana sulitnya mengurus izin tinggal di Yunani. Kemudian dia merasa ada rasisme di Yunani. Luios dan Maria menetap di Athena. Mereka berdua bekerja sebagai penari Tango professional. Setelah diinterview pasangan ini kemudian menari Tango.
Selang 5 menit iklan, kemudian diwawancarai pasangan dari Ethiopia dan Yunani. Maketa berusia 26 tahun, badannya tinggi, hidungnya mancung dan dia tampak sangat menarik. Nectarios pria Yunani yang tinggi dengan rambut ikal dan wajahnya ganteng. Maketa menjelaskan bahwa dia datang ke Yunani untuk melanjutkan sekolah. Anna Drouza kembali mencecarnya dengan pertanyaan “Kok ke Yunani yang bahasanya sangat sulit dipelajari? Kenapa tidak ke Perancis?”
Maketa menjawab bahwa dia memang ingin ke Yunani. Maketa tidak banyak berbicara dan lebih banyak Nectarios berbincang. Dikisahkannya mengenai bagaimana mereka awalnya bertemu. Ketika dipertemukan Maketa dan orang tuanya tidak ada masalah sama sekali, walau pun Maketa kulitnya hitam asal benua Afrika.
Akhirnya tiba pada giliran kami. Saya ditanya mengenai pakaian tradisional Indonesia. Saya jelaskan di Indonesia ada lebih dari 360 suku dan tiap suku pakaiannya berbeda. Namun kaum wanita punya baju nasional yang disebut Kebaya. Saya memakai kebaya dan kain songket.
Suami yang menjelaskan bagaimana kisah awal pertemuan kami. Suami yang menjelaskan bagaimana kisah awal pertemuan kami. Suami juga menjelaskan mengenai pekerjaan saya dahulu di Jakarta dan pekerjaan saya menulis di rumah pada waktu senggang.
Seorang pengacara yang hadir tampak kaget ketika suami menceritakan kisah perjalanan karir saya bekerja di BUMN dan sebelumnya bekerja sebagai peneliti di Depkes. Pengacara wanita itu lalu berkomentar "Wah sudah punya karir bagus di Jakarta. Berkorban datang ke Yunani, Anda harus fasih berbahasa Yunani," katanya memberi saya motivasi agar belajar bahasa Yunani. Maklum sudah lima tahun menetap di Yunani, bahasa Yunani saya payah sekali. Sebab di rumah suami memakai bahasa Inggris. Saya dan anak-anak setiap hari berbahasa Indonesia. Suami hanya berbahasa Yunani dengan
anak-anak saja.
Psikolog yang berusia 26 tahun, bertanya mengenai apakah anak-anak kami pernah bertanya mengapa warna kulitnya beda, hidungnya beda dengan teman lainnya. Saya jawab, bahwa anak-anak saya tidak pernah bertanya masalah beda fisik mereka dengan teman mereka yang asli Yunani.
Bahkan saya jelaskan, Barak Obama, Tiger Wood adalah anak hasil perkawinan antarbangsa yang sukses. Saya selalu memberi anak-anak saya motivasi agar sukses dunia dan akhirat.
Di akhir acara, saya berikan buku pertama saya; Love&Shock. Buku yang tinggal satu-satunya dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Anna Drouza menerimanya dengan senang hati. Walau dia tidak bisa berbahasa Indonesia dan jika dibacanya pun dia tidak mengerti.
Si bungsu Posiedona Hadi yang ikut tampil bersama kami, dia menarik hati produser acara “Boro” ini. Beberapa kali wajah Hadi menghiasi bincang ini. Si Kakak melapor ketika kami sampai di rumah. Kakak menceritakan bagaimana adiknya tampak lucu di layar tv, bahkan Hadi sempat mengupil juga disorot tv.
Acara yang tampil live show ini ditonton oleh para tetangga di Megara. Bahkan kenalan lama yang tidak pernah kontak, menelpon ke rumah setelah melihat kami di Star tv.
Kembali ke Megara kami diantar oleh kru. Sempat juga saya wawancari kru yang bertugas sebagai “floor man”. Saya tanya mengenai gajinya dan bagaimana seluk beluk kerja di broadcasting. Ternyata gajinya hanya 1000 euro perbulan dan kerjanya mulai jam 9 pagi hingga 9 malam. Untuk ukuran gaji memang kecil dan dia berencana keluar dari dunia broadcast setelah lulus kuliah dan memilih akan menjadi guru di SMA.
Jumat, 04 April 2008
62 Mailing List
"There are only two things you can do with time -- spend it or invest it. If you spend it, consider it gone forever. When invested, it creates a lifetime residual."
— James Arthur Ray
A friend of mine couple months ago sent me a fowarded email from her mailing list. She's maybe forgotten that I told her to join that mailing list. Yup, the email she fowarded its from one of my mailing list. I am a member of 62 mailing list.
It happened again last week, another friend fowarded email from another mailing list that I''ve already a member since long time ago.
I interested in internet since 1996. I was working as R&D dept as researcher. There was no internet connection nor IT dept in that time . Trough montly seminar programme on 1997; I can convinced the CEO to have internet connection in R&D dept. I am the founder of www.pegadaian.co.id.It's my former company. In that time to registered company website address, we have to pay a backbound. It's cost only Rp84.000 and the address belongs to my former company.
Lets back to 62 mailing list. I had once told my friend that I join to 62 mailing list. She's asked me"How to read all the emails? Do you have enough time to read it all?"
I've told her that mostly emails coming to my inbox by daily digest. Also yahoo mail is unlimited store.
Join to different kind of mailing list is not only to enhance my knowledge, but it can help me to do internet marketing for free.
— James Arthur Ray
A friend of mine couple months ago sent me a fowarded email from her mailing list. She's maybe forgotten that I told her to join that mailing list. Yup, the email she fowarded its from one of my mailing list. I am a member of 62 mailing list.
It happened again last week, another friend fowarded email from another mailing list that I''ve already a member since long time ago.
I interested in internet since 1996. I was working as R&D dept as researcher. There was no internet connection nor IT dept in that time . Trough montly seminar programme on 1997; I can convinced the CEO to have internet connection in R&D dept. I am the founder of www.pegadaian.co.id.It's my former company. In that time to registered company website address, we have to pay a backbound. It's cost only Rp84.000 and the address belongs to my former company.
Lets back to 62 mailing list. I had once told my friend that I join to 62 mailing list. She's asked me"How to read all the emails? Do you have enough time to read it all?"
I've told her that mostly emails coming to my inbox by daily digest. Also yahoo mail is unlimited store.
Join to different kind of mailing list is not only to enhance my knowledge, but it can help me to do internet marketing for free.
Selasa, 25 Maret 2008
PERKAWINAN ANTARBANGSA DALAM PERSPEKTIF PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Oleh: Sofia Hardani (Dosen Universitas Islam Negeri Pakanbaru)
Disampaikan dalam Diskusi dan Seminar Buku LOve and ShOck
Nopember 2007 di Gedung BKOW Pakanbaru
A. Pendahuluan
Perkawinan adalah ikatan yang suci dan sakral antara seorang laki-laki dan perempuan. Lembaga ini merupakan sarana yang paling aman dan efektif untuk mengendalikan keinginan biologis manusia, dan ini juga merupakan pembeda antara manusia dengan hewan. Disamping itu, secara sederhana, perkawinan bermaksud mengembangkan keturunan dan meneruskan kehidupan masa depan umat manusia.
Perkawinan dapat terjadi atas dasar suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Perasaan tertarik dan suka dapat menembus ruang dan waktu, tanpa membedakan etnis budaya, usia, kebangsaan, bahkan agama.
Perkawinan antar bangsa, belakangan bukan merupakan hal yang baru lagi karena perkembangan kebudayaan, ilmu, dan teknologi telah memnjadikan masyarakat dunia dapat saling berkumanikasi dan bersosialisasi, baik langsung maupun melalui media telekomunikasi. Perkawinan antar bangsa --bisa juga disebut perkawinan campuran—sesungguhnya adalah perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang berbeda kebangsaan atau kewarganegaraan, berbeda keyakinan (agama), dan berbeda asal keturunan.
Dalam term Indonesia, berdasarkan UU RI No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan didefinisikan sebagai “ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang sejahtera, bahagia, dan kekal di kemudian hari.”
Term tersebut mengisyaratkan bahwa suatu perkawinan dilakukan untuk mempererat ikatan batin, disamping ikatan secara lahiriyah, antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Tujuan ikatan tersebut adalah untuk mewujudkan kebahagiaan kedua belah pihak yang melangsungkan perkawinan, kebahagiaan anak-anak yang lahir dari perkawinan itu, juga kebahagiaan orang-orang yang terkait dengan perkawinan tersebut, dan masyarakat secara lebih luas. Kebahagiaan dicita-citakan diperoleh oleh manusia untuk selamanya, bukan untuk sementara waktu.
Di dalam Undang-Undang Perkawian R.I. No. 1 tahun 1974, terdapat 6 prinsip tentang perkawinan:
a. Prinsip bahwa tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Untuk itu suami istri harus saling membantu dan melengkapi agar masing-masing dapat mengembangkan kepribadiannya membantu dan mencapai kesejahteraan spiritual dan mental.
b. Suatu perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya, dan setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Asas perkawinan adalah monogami. Tetapi apabila dikehendaki oleh yang bersangkutan, karena hukum dan agamanya mengizinkan, seorang suami boleh beristri lebih dari seorang.
d. Calon suami dan istri harus matang jiwa dan raganya. Agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan dan mendapat keturunan yang sehart dan cerdas.
e. Mempersulit terjadinya perceraian, karena tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal.
f. Hak dan kedudukan istri seimbang dengan hak dan kedudukan suami, dalam rumah tangga maupun dalam pergaulan di masyarakat, sehingga segala sesuatu dapat dirundingkan dan diputuskan bersama. (Abdurrahman: 1992)
B. Perempuan dalam Realitas Budaya Masa Lampau
Fakta sejarah mengungkapkan bahwa kaum perempuan tidak berdaya dalam menghadapi budaya patriarkhi dan androsentris yang ada.
Dalam kebudayaan Yunani kuno, salah satu negara yang diagraph maju kebudayaannya, perempuan tidak mempunyai hak apapun selain sebagai objek nafsu laki-laki. Bahkan, Aristoteles pernah mengutuk bangsa Asbarata karena dianggrap terlalu banyak memberi kemudahan bagi perempuan yang digauli dan memberikan hak kepada mereka melebihi ukuran yang lazim. Dalam Undang-Undang Yunani Kuno, kaum laki-laki dibolehkan menikahi atau memiliki perempuan tanpa batasan jumlah, yang nanti dibagi kepada tiga kelompok: istri-istri sah, istri setengah sah, dan perempuan yang hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu. Perempuan benar-benar dihalangi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, apalagi untuk mengadakan aktifitas sosial. (lihat The Spirit of Islam, hal. 222-223)
Kaum perempuan bangsa Romawi mengalami nasib yang sama buruknya. Poligami bagi mereka merupakan kebiasaan yang turun temurun dan dibanggakan. Perkawinan bukanlah hal penting, tetapi hanya suatu rutinitas yang tak berarti. Ungkapan mereka bagi perempuan: “ikatannya tak akan putus dan belenggunya tak akan lepas”. Poligami tanpa batas juga dilegalisasi pada masyarakat Hindu, Midiyyin, Babilonia, Asyuwariyyin, dan Parsi.
Dalam masyarakat India, seorang wanita tidak mempunyai hak apapun juga, bahkan hak untuk hidup. Jika seorang wanita ditinggal mati oleh suaminya, ia harus rela dibakar hidup-hidup, menceburkan dirinya kedalam api yang membakar mayat suaminya.
Ahmad Ajaif, seorang penulis Turkistan, mengatakan bahwa dalam masyarakat Parsi, yang diagraph berkebudayaan tinggi, kedudukan wanita tak ada beda dengan budak. Selama hidup mereka terkurung dalam tembok rumahnya atau rumah suaminya. Mereka baru dapat keluar rumah jika mereka diperjualbelikan di pasar. Bangsa Parsi memberikan kekekasan penuh kepada laki-laki untuk mengawini siapa saja yang ia sukai, bahkan ibu, bibi, dan saudara-saudaranya sendiri. Seorang perempuan akan terusir dari rumahnya ketika sedang haid. Mereka ditempatkan di tenda-tenda yang disebut dakhimi di luar kota, dan baru boleh kembali jika sudah suci. Jika suami merasa perlu melihat istrinya, maka mereka menyumbat lubang telinga dan hidung, melapisi tangan dengan kain. (Huququl Mar’ati fi al-Islam, hal. 27-28)
Menjelang keruntuhan Rumania – dibawah undang-undang dan ajaran Masehi – masyarakatnya diliputi kecendrungan mewah dan pemuasan nafsu syahwat. Perempuan pada waktu itu bebas keluar rumah untuk bersenang-senang dan bercampur dengan lelaki manapun yang ia sukai. Keadaan demikian akhirnya memunculkan paham zuhud dan membenci keturunan, karena jasad dan keturunan dianggap najis. Mereka mengutuk kaum wanita, dan beranggapan bahwa menjauhi perempuan adalah kebaikan dan mendapat pahala. Sebagain berpendapat bahwa kaum perempuan adalah jasad dan ruh yang mengajak kepada kehancuran, dan sebagian lagi berpendapat bahwa perempuan menjauhkan dari keuntungan dan keselamatan. Mereka mencela semua wanita keturunan Hawa, kecuali Maryam (al-Mar’ah fi al-Qurăn, hal. 54)
Demikian pula dalam kebudayaan Arab pra-Islam, penguburan bayi perempuan hidup-hidup dipandang sebagai perbuatan yang paling keji dalam sejarah moralitas dan kemanusiaan. Padahal sebagian bangsa Arab menganggap hal itu sebagai suatu kebanggaan. Setelah datang syari’at Islam, sebagian sahabat Nabi masih ada yang sulit meninggalkan kebiasaan membenci anak perempuan. Amru bin Ash pernah berkata kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ketika Muawiyah sedang menggendong bayi perempuannya: “Jauhkan ia dari tanganmu, demi Allah, sesungguhnya anak perempuan hanya akan melahirkan banyak musuh, mendekatkan orang-orang yang asing bagi kita, dan selalu menyebabkan permusuhan dan perselisihan.” Akan tetapi Muawiyah mengingatkan Amru bin Ash: “demi Allah, tidak ada orang yang merawat orang sakit, tidak ada orang yang meratapi keluarga yang kematian, dan tidak ada orang yang mau menolong dan menemani orang yang sedang sedih seperti perempuan. Betapa banyak kemenakan perempuan yang memberikan manfaat bagi pamannya.” (al-Mar’ah fi al-Qurăn, hal.54-56)
Kehidupan terus berjalan, dan perkembangan peradaban dan intelektualitas manusia sedikit-demi sedikit mengubah tatanan yang ada menjadi spirit bagi kebangkitan dan kemajuan perempuan.
C. Pemberdayaan Perempuan
Gerakan perempuan (women movement) yang telah berkembang menjadi banyak aliran (seperti: Liberal Feminisme, Radikal Feminisme Marxisme Feminisme, dan Feminisme Sosialis) sesungguhnya berasal dari suatu asumsi, yaitu ketidakadilan, adanya proses penindasan dan eksploitasi. Meskipun pada proses berikutnya terjadi perbedaan paham mengenai apa, mengapa, dan bagaimana penindasan dan eksploitasi itu terjadi, namun sesungguhnya ada kesamaan paham bahwa hakikat perjuangan perempuan adalah demi kesamaan, egality, dignity, dan kebebasan untuk mengontrol kehidupan.
Dengan keyakinan tersebut, dalam rangka mewujudkan struktur masyarakat yang lebih adil dan makmur, maka perempuan dan laki-laki harus bergerak dan berjuang bersama menuju pemerdekaan-pemerdekaan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, tanpa memandang differensiasi antara manusia dengan manusia.
Akan tetapi, perjuangan akan persamaan hak untuk diperlakukan secara adil antara laki-laki dan perempuan (gender) tersebut, khususnya di Indonesia, mendapat sandungan dari berbagai aspek, yang kesemuanya terbungkus dalam suatu kebiasaan yang membudaya. Akibatnya perempuan sampai saat ini masih berada pada pihak yang selalu harus kalah dan mengalah.
Istilah Pemberdayaan Perempuan muncul dari keprihatian terhadap ketidakberdayaan kaum perempuan tersebut, dan “ketidakberdayaan” bukan berarti bahwa perempuan tidak mampu berdaya upaya, tetapi lebih disebabkan pada faktor penyebab ketidakberdayaan, yaitu situasi dan kondisi yang disetting sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kultur dan budaya.
Di dalam masyarakat berkembang anggapan -- bahkan sepertinya sudah menjadi suatu ideologi -- bahwa perempuan dianggap sebagai “orang rumah”, yang bermakna bahwa dunia kehidupan perempuan semuanya ada di rumah (sektor domestik), aktifitasnya terbatas hanya pada sumur, dapur, dan kasur. Seorang perempuan harus tunduk dan patuh kepada suami, ia tidak boleh membantah, apalagi melawan kehendak suami. Dalam istilah Jawa, seorang perempuan harus “surgo manut neroko katut” terhadap suaminya.
Dalam kebanyakan masyarakat, suami adalah orang yang memiliki kekuasaan dan otoritas pembuat keputusan dan memiliki pengaruh terhadap istri dan anggota keluarga lainnya. Ketika laki-laki berbuat sebagai seorang pemimpin yang sangat berkuasa atas perempuan (istrinya), perempuan menurut dengan alasan takut menyalahi aturan adat dan “agama”.
Akibatnya adalah:
a. Perempuan tidak bisa berkembang dan tidak mendapat kesempatan serta peluang peran produktif
b. Perempuan menjadi bergantung kepada nafkah yang diberikan suami, dan tidak memiliki ketrampilan dan pengalaman yang sebanding dengan suami
c. Dalam keluarga kurang mampu, perempuan harus melakukan tugas ganda, yaitu mengurus rumah dan mencari nafkah dengan kemampuan dan ketrampilan yang terbatas, sementara laki-laki hanya mencari nafkah tanpa dibebani dengan tugas rumah tangga.
Kondisi yang timpang diatas rentan menimbulkan problematika keluarga yang sangat beragam dan kompleks, dan berbuntut pada perceraian. Dari data yang diperoleh di Pengadilan Agama Pekanbaru, penyebab terbesar konflik keluarga berasal dari pihak suami. Hal ini terbukti dengan perbandingan yang tidak seimbang antara permohonan cerai thalak dengan cerai gugat.
Kekuasaan suami yang tinggi terhadap istri juga dipengaruhi oleh penguasaan suami dalam sistem keuangan. Margaret Benson menyatakan bahwa suatu masyarakat dimana uang lebih menentukan nilai, perempuan adalah kelompok yang dianggap bekerja di luar ekonomi. Oleh karena itu, menurut Gillespie, untuk meraih kesuksesan, seorang istri harus mempunyai sumber keuangan. Ia harus berpartisipasi dalam ekonomi dan tingkat pendidikannya harus setara dengan suaminya, atau bahkan lebih. Hal tersebut berarti bahwa pemberdayaan perempuan adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan.
Perkawinan antar bangsa, dalam perspektif pemberdayaan perempuan, disatu pihak merupakan pengakuan terhadap hak perempuan untuk memilih pasangan hidup, dan penggunaan hak perempuan untuk mengembangkan diri di luar budayanya. Hal ini sesuai dengan prinsip unity dan equality diantara manusia. Akan tetapi, oleh karena kompleksnya permasalahan yang mungkin timbul setelah perkawinan berlangsung, kaum perempuan semestinya jeli untuk mengantisipasi keadaan yang akan merugikan diri sendiri. Antisipasi adalah berupa pengindahan akan peraturan perundang-undangan maupun aturan agama.
D. Perkawinan Antar Bangsa dalam Perspektif Islam
Islam, sebagai agama universil, memandang manusia sebagai satu kesatuan umat yang danjurkan untk saling mengenal, berkomunikasi, dan menjalin silaturrahmi (QS, Al-Hujarat ayat 13). Dalam perkawinan, Islam tidak mempersoalkan faktor perbedaan keturunan, bangsa dan kewarganegaraan. Yang menjadi persoalan hanyalah faktor agama. Dalam surat Al-baqarah ayat 221 disebutkan: “Jangan kamu mengawini perempuan-perempuan musyrik kecuali jika mereka telah beriman; budak perempuan yang beriman lebih baik dari perempuan merdeka yang musyrik, meskipun kamu tertarik kepadanya.”
Rasulullah mengajarkan bahwa “perempuan dikawini karena pertimbangan empat faktor: kekayaan, keturunan, kecantikan, dan agama. Utamakanlah faktor keyakinan agama, maka kamu akan beruntung.(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Dalam kesempatan lain Nabi mengajarkan: “Jangan kamu mengawini perempuan karena kecantikannya, sebab kecantikan itu mungkin akan menjerumuskannya kepada kerendahan budi, jangan pula kamu mengawininya karena kekayaannya, sebab kekayaan itu mungkin akan menariknya untuk perbuatan yang tidak layak, tetapi kawinilah perempuan atas pertimbangan keyakinan agama, sungguh budak perempuan yang beragama, meskipun terpotong telinganya dan berkulit hitam, lebih utama dari perempuan musyrik.” (HR Ibn Majjah dari Abdullah ibn ‘Amr).
Perempuan musyrik yang dimaksud adalah perempuan yang percaya kepada Tuhan selain Allah. Larangan mengawini perempuan tersebut terutama dimaksudkan untuk memelihara keyakinan agama, baik bagi suami, maupun anak-anak. Karena menanamkan keyakinan kepada anak-anak yang ibunya beragama lain selain Islam tentulah menemukan kesulitan yang besar.
Kebalikannya, Islam tidak membenarkan perkawinan antara perempuan muslim dengan laki-laki non muslim: mereka (perempuan mukmin) tidak halal menjadi istri laki-laki kafir, dan mereka (laki-laki kafir) tidak halal menjadi suami mereka (perempuan mukmin) (QS. Al-Muthmainnah ayat 10).
Perkawinan antar bangsa, selama berada dalam satu keyakinan agama, dibenarkan oleh Islam, selama perkawinan yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, dan kekal.
Islam melarang bentuk-bentuk perkawinan mut’ah (perkawinan kontrak), perkawinan muhallil (perkawinan yang terjadi untuk dapat kembali kepada bekas istri atau bekas suami yang sudah di thalak tiga kali) perkawinan sighar (perkawinan bersyarat untuk pertukaran perempuan), dan perkawinan misyar (perkawinan yang bertujuan untuk menyalurkan kebutuhan biologis), karena tidak sesuai dengan hakikat dan tujuan perkawinan yang sesungguhnya.
E. Penutup
Perkawinan yang terjadi antara dua orang yang berlainan kebangsaan/ kewarganegaraan merupakan fenomena yang mengarah kepada konsep persamaan dan kesatuan umat manusia (equality, unity). Meskipun demikian, perkawinan antar bangsa, harus berlandaskan kepada satu komitmen bersama tentang perimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri dalam keluarga. Demikian juga komitmen terhadap akibat-akibat yang mungkin timbul dikarenakan perkawinan tersebut, seperti masalah keuangan rumah tangga, pendidikan dan pemeliharaan anak. Komitmen yang dibuat tentunya berdasarkan peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan agama.
Setiap perkawinan jika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang dirumuskan di dalam Undang-Undnag Perkawinan RI (UU No. 1 Th. 1974) yang juga merujuk kepada prinsip-prinsip perkawinan dalam Islam, akan melindungi hak-hak kaum perempuan dari perlakuan subordinasi dalam perkawinan. Demikian juga halnya dengan perkawinan antar bangsa, hendaknya dilakukan upaya antisipatif sebelum perkawinan dilangsungkan, mengingat permasalahan yang mungkin timbul selama perkawinan disebabkan perbedaan kebiasaan, tradisi, cara pandang, maupun karakter masing-masing.
Disampaikan dalam Diskusi dan Seminar Buku LOve and ShOck
Nopember 2007 di Gedung BKOW Pakanbaru
A. Pendahuluan
Perkawinan adalah ikatan yang suci dan sakral antara seorang laki-laki dan perempuan. Lembaga ini merupakan sarana yang paling aman dan efektif untuk mengendalikan keinginan biologis manusia, dan ini juga merupakan pembeda antara manusia dengan hewan. Disamping itu, secara sederhana, perkawinan bermaksud mengembangkan keturunan dan meneruskan kehidupan masa depan umat manusia.
Perkawinan dapat terjadi atas dasar suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Perasaan tertarik dan suka dapat menembus ruang dan waktu, tanpa membedakan etnis budaya, usia, kebangsaan, bahkan agama.
Perkawinan antar bangsa, belakangan bukan merupakan hal yang baru lagi karena perkembangan kebudayaan, ilmu, dan teknologi telah memnjadikan masyarakat dunia dapat saling berkumanikasi dan bersosialisasi, baik langsung maupun melalui media telekomunikasi. Perkawinan antar bangsa --bisa juga disebut perkawinan campuran—sesungguhnya adalah perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang berbeda kebangsaan atau kewarganegaraan, berbeda keyakinan (agama), dan berbeda asal keturunan.
Dalam term Indonesia, berdasarkan UU RI No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan didefinisikan sebagai “ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang sejahtera, bahagia, dan kekal di kemudian hari.”
Term tersebut mengisyaratkan bahwa suatu perkawinan dilakukan untuk mempererat ikatan batin, disamping ikatan secara lahiriyah, antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Tujuan ikatan tersebut adalah untuk mewujudkan kebahagiaan kedua belah pihak yang melangsungkan perkawinan, kebahagiaan anak-anak yang lahir dari perkawinan itu, juga kebahagiaan orang-orang yang terkait dengan perkawinan tersebut, dan masyarakat secara lebih luas. Kebahagiaan dicita-citakan diperoleh oleh manusia untuk selamanya, bukan untuk sementara waktu.
Di dalam Undang-Undang Perkawian R.I. No. 1 tahun 1974, terdapat 6 prinsip tentang perkawinan:
a. Prinsip bahwa tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Untuk itu suami istri harus saling membantu dan melengkapi agar masing-masing dapat mengembangkan kepribadiannya membantu dan mencapai kesejahteraan spiritual dan mental.
b. Suatu perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya, dan setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Asas perkawinan adalah monogami. Tetapi apabila dikehendaki oleh yang bersangkutan, karena hukum dan agamanya mengizinkan, seorang suami boleh beristri lebih dari seorang.
d. Calon suami dan istri harus matang jiwa dan raganya. Agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan dan mendapat keturunan yang sehart dan cerdas.
e. Mempersulit terjadinya perceraian, karena tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal.
f. Hak dan kedudukan istri seimbang dengan hak dan kedudukan suami, dalam rumah tangga maupun dalam pergaulan di masyarakat, sehingga segala sesuatu dapat dirundingkan dan diputuskan bersama. (Abdurrahman: 1992)
B. Perempuan dalam Realitas Budaya Masa Lampau
Fakta sejarah mengungkapkan bahwa kaum perempuan tidak berdaya dalam menghadapi budaya patriarkhi dan androsentris yang ada.
Dalam kebudayaan Yunani kuno, salah satu negara yang diagraph maju kebudayaannya, perempuan tidak mempunyai hak apapun selain sebagai objek nafsu laki-laki. Bahkan, Aristoteles pernah mengutuk bangsa Asbarata karena dianggrap terlalu banyak memberi kemudahan bagi perempuan yang digauli dan memberikan hak kepada mereka melebihi ukuran yang lazim. Dalam Undang-Undang Yunani Kuno, kaum laki-laki dibolehkan menikahi atau memiliki perempuan tanpa batasan jumlah, yang nanti dibagi kepada tiga kelompok: istri-istri sah, istri setengah sah, dan perempuan yang hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu. Perempuan benar-benar dihalangi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, apalagi untuk mengadakan aktifitas sosial. (lihat The Spirit of Islam, hal. 222-223)
Kaum perempuan bangsa Romawi mengalami nasib yang sama buruknya. Poligami bagi mereka merupakan kebiasaan yang turun temurun dan dibanggakan. Perkawinan bukanlah hal penting, tetapi hanya suatu rutinitas yang tak berarti. Ungkapan mereka bagi perempuan: “ikatannya tak akan putus dan belenggunya tak akan lepas”. Poligami tanpa batas juga dilegalisasi pada masyarakat Hindu, Midiyyin, Babilonia, Asyuwariyyin, dan Parsi.
Dalam masyarakat India, seorang wanita tidak mempunyai hak apapun juga, bahkan hak untuk hidup. Jika seorang wanita ditinggal mati oleh suaminya, ia harus rela dibakar hidup-hidup, menceburkan dirinya kedalam api yang membakar mayat suaminya.
Ahmad Ajaif, seorang penulis Turkistan, mengatakan bahwa dalam masyarakat Parsi, yang diagraph berkebudayaan tinggi, kedudukan wanita tak ada beda dengan budak. Selama hidup mereka terkurung dalam tembok rumahnya atau rumah suaminya. Mereka baru dapat keluar rumah jika mereka diperjualbelikan di pasar. Bangsa Parsi memberikan kekekasan penuh kepada laki-laki untuk mengawini siapa saja yang ia sukai, bahkan ibu, bibi, dan saudara-saudaranya sendiri. Seorang perempuan akan terusir dari rumahnya ketika sedang haid. Mereka ditempatkan di tenda-tenda yang disebut dakhimi di luar kota, dan baru boleh kembali jika sudah suci. Jika suami merasa perlu melihat istrinya, maka mereka menyumbat lubang telinga dan hidung, melapisi tangan dengan kain. (Huququl Mar’ati fi al-Islam, hal. 27-28)
Menjelang keruntuhan Rumania – dibawah undang-undang dan ajaran Masehi – masyarakatnya diliputi kecendrungan mewah dan pemuasan nafsu syahwat. Perempuan pada waktu itu bebas keluar rumah untuk bersenang-senang dan bercampur dengan lelaki manapun yang ia sukai. Keadaan demikian akhirnya memunculkan paham zuhud dan membenci keturunan, karena jasad dan keturunan dianggap najis. Mereka mengutuk kaum wanita, dan beranggapan bahwa menjauhi perempuan adalah kebaikan dan mendapat pahala. Sebagain berpendapat bahwa kaum perempuan adalah jasad dan ruh yang mengajak kepada kehancuran, dan sebagian lagi berpendapat bahwa perempuan menjauhkan dari keuntungan dan keselamatan. Mereka mencela semua wanita keturunan Hawa, kecuali Maryam (al-Mar’ah fi al-Qurăn, hal. 54)
Demikian pula dalam kebudayaan Arab pra-Islam, penguburan bayi perempuan hidup-hidup dipandang sebagai perbuatan yang paling keji dalam sejarah moralitas dan kemanusiaan. Padahal sebagian bangsa Arab menganggap hal itu sebagai suatu kebanggaan. Setelah datang syari’at Islam, sebagian sahabat Nabi masih ada yang sulit meninggalkan kebiasaan membenci anak perempuan. Amru bin Ash pernah berkata kepada Muawiyah bin Abi Sufyan ketika Muawiyah sedang menggendong bayi perempuannya: “Jauhkan ia dari tanganmu, demi Allah, sesungguhnya anak perempuan hanya akan melahirkan banyak musuh, mendekatkan orang-orang yang asing bagi kita, dan selalu menyebabkan permusuhan dan perselisihan.” Akan tetapi Muawiyah mengingatkan Amru bin Ash: “demi Allah, tidak ada orang yang merawat orang sakit, tidak ada orang yang meratapi keluarga yang kematian, dan tidak ada orang yang mau menolong dan menemani orang yang sedang sedih seperti perempuan. Betapa banyak kemenakan perempuan yang memberikan manfaat bagi pamannya.” (al-Mar’ah fi al-Qurăn, hal.54-56)
Kehidupan terus berjalan, dan perkembangan peradaban dan intelektualitas manusia sedikit-demi sedikit mengubah tatanan yang ada menjadi spirit bagi kebangkitan dan kemajuan perempuan.
C. Pemberdayaan Perempuan
Gerakan perempuan (women movement) yang telah berkembang menjadi banyak aliran (seperti: Liberal Feminisme, Radikal Feminisme Marxisme Feminisme, dan Feminisme Sosialis) sesungguhnya berasal dari suatu asumsi, yaitu ketidakadilan, adanya proses penindasan dan eksploitasi. Meskipun pada proses berikutnya terjadi perbedaan paham mengenai apa, mengapa, dan bagaimana penindasan dan eksploitasi itu terjadi, namun sesungguhnya ada kesamaan paham bahwa hakikat perjuangan perempuan adalah demi kesamaan, egality, dignity, dan kebebasan untuk mengontrol kehidupan.
Dengan keyakinan tersebut, dalam rangka mewujudkan struktur masyarakat yang lebih adil dan makmur, maka perempuan dan laki-laki harus bergerak dan berjuang bersama menuju pemerdekaan-pemerdekaan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, tanpa memandang differensiasi antara manusia dengan manusia.
Akan tetapi, perjuangan akan persamaan hak untuk diperlakukan secara adil antara laki-laki dan perempuan (gender) tersebut, khususnya di Indonesia, mendapat sandungan dari berbagai aspek, yang kesemuanya terbungkus dalam suatu kebiasaan yang membudaya. Akibatnya perempuan sampai saat ini masih berada pada pihak yang selalu harus kalah dan mengalah.
Istilah Pemberdayaan Perempuan muncul dari keprihatian terhadap ketidakberdayaan kaum perempuan tersebut, dan “ketidakberdayaan” bukan berarti bahwa perempuan tidak mampu berdaya upaya, tetapi lebih disebabkan pada faktor penyebab ketidakberdayaan, yaitu situasi dan kondisi yang disetting sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kultur dan budaya.
Di dalam masyarakat berkembang anggapan -- bahkan sepertinya sudah menjadi suatu ideologi -- bahwa perempuan dianggap sebagai “orang rumah”, yang bermakna bahwa dunia kehidupan perempuan semuanya ada di rumah (sektor domestik), aktifitasnya terbatas hanya pada sumur, dapur, dan kasur. Seorang perempuan harus tunduk dan patuh kepada suami, ia tidak boleh membantah, apalagi melawan kehendak suami. Dalam istilah Jawa, seorang perempuan harus “surgo manut neroko katut” terhadap suaminya.
Dalam kebanyakan masyarakat, suami adalah orang yang memiliki kekuasaan dan otoritas pembuat keputusan dan memiliki pengaruh terhadap istri dan anggota keluarga lainnya. Ketika laki-laki berbuat sebagai seorang pemimpin yang sangat berkuasa atas perempuan (istrinya), perempuan menurut dengan alasan takut menyalahi aturan adat dan “agama”.
Akibatnya adalah:
a. Perempuan tidak bisa berkembang dan tidak mendapat kesempatan serta peluang peran produktif
b. Perempuan menjadi bergantung kepada nafkah yang diberikan suami, dan tidak memiliki ketrampilan dan pengalaman yang sebanding dengan suami
c. Dalam keluarga kurang mampu, perempuan harus melakukan tugas ganda, yaitu mengurus rumah dan mencari nafkah dengan kemampuan dan ketrampilan yang terbatas, sementara laki-laki hanya mencari nafkah tanpa dibebani dengan tugas rumah tangga.
Kondisi yang timpang diatas rentan menimbulkan problematika keluarga yang sangat beragam dan kompleks, dan berbuntut pada perceraian. Dari data yang diperoleh di Pengadilan Agama Pekanbaru, penyebab terbesar konflik keluarga berasal dari pihak suami. Hal ini terbukti dengan perbandingan yang tidak seimbang antara permohonan cerai thalak dengan cerai gugat.
Kekuasaan suami yang tinggi terhadap istri juga dipengaruhi oleh penguasaan suami dalam sistem keuangan. Margaret Benson menyatakan bahwa suatu masyarakat dimana uang lebih menentukan nilai, perempuan adalah kelompok yang dianggap bekerja di luar ekonomi. Oleh karena itu, menurut Gillespie, untuk meraih kesuksesan, seorang istri harus mempunyai sumber keuangan. Ia harus berpartisipasi dalam ekonomi dan tingkat pendidikannya harus setara dengan suaminya, atau bahkan lebih. Hal tersebut berarti bahwa pemberdayaan perempuan adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan.
Perkawinan antar bangsa, dalam perspektif pemberdayaan perempuan, disatu pihak merupakan pengakuan terhadap hak perempuan untuk memilih pasangan hidup, dan penggunaan hak perempuan untuk mengembangkan diri di luar budayanya. Hal ini sesuai dengan prinsip unity dan equality diantara manusia. Akan tetapi, oleh karena kompleksnya permasalahan yang mungkin timbul setelah perkawinan berlangsung, kaum perempuan semestinya jeli untuk mengantisipasi keadaan yang akan merugikan diri sendiri. Antisipasi adalah berupa pengindahan akan peraturan perundang-undangan maupun aturan agama.
D. Perkawinan Antar Bangsa dalam Perspektif Islam
Islam, sebagai agama universil, memandang manusia sebagai satu kesatuan umat yang danjurkan untk saling mengenal, berkomunikasi, dan menjalin silaturrahmi (QS, Al-Hujarat ayat 13). Dalam perkawinan, Islam tidak mempersoalkan faktor perbedaan keturunan, bangsa dan kewarganegaraan. Yang menjadi persoalan hanyalah faktor agama. Dalam surat Al-baqarah ayat 221 disebutkan: “Jangan kamu mengawini perempuan-perempuan musyrik kecuali jika mereka telah beriman; budak perempuan yang beriman lebih baik dari perempuan merdeka yang musyrik, meskipun kamu tertarik kepadanya.”
Rasulullah mengajarkan bahwa “perempuan dikawini karena pertimbangan empat faktor: kekayaan, keturunan, kecantikan, dan agama. Utamakanlah faktor keyakinan agama, maka kamu akan beruntung.(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Dalam kesempatan lain Nabi mengajarkan: “Jangan kamu mengawini perempuan karena kecantikannya, sebab kecantikan itu mungkin akan menjerumuskannya kepada kerendahan budi, jangan pula kamu mengawininya karena kekayaannya, sebab kekayaan itu mungkin akan menariknya untuk perbuatan yang tidak layak, tetapi kawinilah perempuan atas pertimbangan keyakinan agama, sungguh budak perempuan yang beragama, meskipun terpotong telinganya dan berkulit hitam, lebih utama dari perempuan musyrik.” (HR Ibn Majjah dari Abdullah ibn ‘Amr).
Perempuan musyrik yang dimaksud adalah perempuan yang percaya kepada Tuhan selain Allah. Larangan mengawini perempuan tersebut terutama dimaksudkan untuk memelihara keyakinan agama, baik bagi suami, maupun anak-anak. Karena menanamkan keyakinan kepada anak-anak yang ibunya beragama lain selain Islam tentulah menemukan kesulitan yang besar.
Kebalikannya, Islam tidak membenarkan perkawinan antara perempuan muslim dengan laki-laki non muslim: mereka (perempuan mukmin) tidak halal menjadi istri laki-laki kafir, dan mereka (laki-laki kafir) tidak halal menjadi suami mereka (perempuan mukmin) (QS. Al-Muthmainnah ayat 10).
Perkawinan antar bangsa, selama berada dalam satu keyakinan agama, dibenarkan oleh Islam, selama perkawinan yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, dan kekal.
Islam melarang bentuk-bentuk perkawinan mut’ah (perkawinan kontrak), perkawinan muhallil (perkawinan yang terjadi untuk dapat kembali kepada bekas istri atau bekas suami yang sudah di thalak tiga kali) perkawinan sighar (perkawinan bersyarat untuk pertukaran perempuan), dan perkawinan misyar (perkawinan yang bertujuan untuk menyalurkan kebutuhan biologis), karena tidak sesuai dengan hakikat dan tujuan perkawinan yang sesungguhnya.
E. Penutup
Perkawinan yang terjadi antara dua orang yang berlainan kebangsaan/ kewarganegaraan merupakan fenomena yang mengarah kepada konsep persamaan dan kesatuan umat manusia (equality, unity). Meskipun demikian, perkawinan antar bangsa, harus berlandaskan kepada satu komitmen bersama tentang perimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri dalam keluarga. Demikian juga komitmen terhadap akibat-akibat yang mungkin timbul dikarenakan perkawinan tersebut, seperti masalah keuangan rumah tangga, pendidikan dan pemeliharaan anak. Komitmen yang dibuat tentunya berdasarkan peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan agama.
Setiap perkawinan jika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang dirumuskan di dalam Undang-Undnag Perkawinan RI (UU No. 1 Th. 1974) yang juga merujuk kepada prinsip-prinsip perkawinan dalam Islam, akan melindungi hak-hak kaum perempuan dari perlakuan subordinasi dalam perkawinan. Demikian juga halnya dengan perkawinan antar bangsa, hendaknya dilakukan upaya antisipatif sebelum perkawinan dilangsungkan, mengingat permasalahan yang mungkin timbul selama perkawinan disebabkan perbedaan kebiasaan, tradisi, cara pandang, maupun karakter masing-masing.
Sabtu, 15 Maret 2008
Brain Aware
"There is no reality; only perception " –Hartati Nurwijaya
Pernah menonton sirkus atau atraksi senam yang menampilkan kelenturan tubuh pesenam atau pemain sirkus. Apa yang dapat kita ambil dari kelenturan tubuh adalah sikap kita yang juga harus bisa seperti pegas.
Hukum pegas adalah semakin ditekan dia akan akan semakin melejit. Lihat juga ketika anak-anak bermain lompat-lompatan di kasur pegas, semakin anak kuat menekan pegas maka semakin melenting dia keatas.
Seorang manusia yang bahagia biasanya mempunyai karakter yang lentur, lenting dan tahan bantingan. Tidak masalah berapa banyak dia mengalami hal-hal yang mengecewakan dan gagal. Misalnya wirausahawan yang bangkrut, orang tua bercerai, kemalingan, kehabisan uang, pelajar yang mendapat nilai jelek ataupun seorang kandidat pempimpin yang kalah dalam pemilu. Semua individu pasti pernah mengalami peristiwa yang dianggap buruk atau sial.
Jika saya boleh berpendapat masyarakat Indonesia termasuk golongan yang sangat lenting, sangat kuat daya tahannya terhadap situasi dan kondisi apa pun. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang; rakyat disiksa, tanam paksa, menghadapi embargo pendidikan oleh penjajah dan kekejaman perang lainnya
Kemudian era kemerdekaan rakyat masih terus harus berjuang mengisi kemerdekaannya. Zaman orde lama, orde baru, reformasi dan kini kembali ke trend orde baru lagi. Rakyat masih tetap tegar dan bahkan rela berkorban walau nyawa sekalipun tantangannya. Rakyat Indonesia mati bukan karena bunuh diri. Hanya sedikit sekali statistic angka bunuh diri di Indonesia. Tidak seperti yang terjadi di negara maju dan negara lainnya, karena tidak tahan menghadapi ujian hidup mereka bunuh diri. Apalagi kini krisis sudah ekonomi sudah mulai menjalar dari Amerika menjalar ke Eropa dan Asia. Sedangkan Afrika memang sudah krisis sejak dahulu.
Harga minyak sudah mencapai harga $110 per barrel, harga emas sudah $1000 per troyounce (333,34 gram). Harga beras juga melangit, harga kebutuhan pokok hidup lainnya melonjak naik tajam.
Pada umumnya rakyat jelata yang lebih tahan banting, yang paling lentur terhadap situasi krisis. Seharusnya belajar manejemen krisis dari rakyat jelata, para petani dan buruh kasar, pekerja sektor informal.
Masa-masa krisis saat ini merupakan masa ujian bagi kita semua. Jika kita melihat peristiwa yang kita alami sebagai ketidak-beruntungan, maka yang masuk dalam otak dan pikiran kita adalah hal yang negatif. Tidak saya sarankan jika tertimpa musibah langsung menjadi stress. Namun mulailah biasakan mengontrol diri dengan cara bijaksana.
Cara bijkasana jika saya boleh ungkapkan, bersyukurlah setiap hari dengan cara menulis atau menginvetarisir hal-hal apa saja yang membuat hati Anda senang. Sikapilah peristiwa yang dianggap buruk sebagai kejadian yang akan hikmahnya. Hikmah mengandung arti bahwa ada sesuatu yang baik dibalik hal itu. Dalam konsep spiritual biasa disebut sebagai ujian. Ingat dalam kitab suci disebutkan manusia diciptakan untuk diuji.
Otak dan pikiran manusia yang ditimbulkannya setiap saat adalah berisi persepsi, tidak ada hal yang nyata (realitas) di dunia ini. Jika menurut Anda sesuatu hal itu buruk atau pembawa sial, kenyataannya belum tentu benar atau absolut.
Dalam teori sosiologi disebutkan fakta sosial sebagai sui generic, artinya masyarakat, kelompok, individu memandang sesuatu berdasarkan kesepakatan dari sudut pandang mereka. Misalnya; mogok kerja dianggap sikap patriotik di sebagian masyarakat Yunani. Sebaliknya kelompok masyarakat lain menganggap mogok kerja merupakan hal yang merugikan. Seorang pekerja di Yunani mengatakan satu hari mogok kerja maka gaji sebesar 60 euro akan dipotong oleh perusahaan kilang minyak negara tempat dia bekerja. Namun karena solidaritas yang tinggi dalam serikat pekerja di seluruh sektor di Yunani. Maka setiap diadakan hari mogok kerja, maka seluruh pekerja akan turut mogok dan tidak seorang pun yang masuk kerja.
Otak memegang peranan utama aktifitas setiap manusia. Sama halnya dengan DNA maka otak manusia juga tidak ada yang sama strukturnya. Hal ini dijelaskan kembali oleh Professor Fotini seorang guru besar ilmu biologi dari universitas Athena di Yunani. Menurutnya otak manusia harus dirawat dan dijaga baik-baik agar dapat menghasilkan pikiran cerdas dan positif.
Tiga rahasia agar otak kita cerdas adalah:
1. Memakan makanan yang sesuai untuk perkembangan otak. Misalnya, makanan yang banyak mengandung antioxidant ( buah-buahan), omega3 (telur, ikan dll). Hindari lemak yang berlebihan.
2. Olah raga otak. Otak juga butuh olah raga dengan cara mengisi TTS, rekreasi dan tentu saja berbagai jenis olah raga lainnya.
3. Tidur yang cukup.
Professor Fotini menyatakan bahwa sebagian besar manusia beraktifitas di siang hari, sehingga malam hari haruslah digunakan sebagai waktu tidur. Walau pun kita tertidur namun sel-sel otak tetap bekerja. Jika tiga hal tersebut Anda lakukan, maka Anda akan selamat dari penyakit sering lupa. Bukan lupanya para politisi yang ketika pemilu sering berjanji muluk-muluk dan ketika sudah terpilih dia lupa pada janji. Lupanya politisi memang disengaja.
Pernah menonton sirkus atau atraksi senam yang menampilkan kelenturan tubuh pesenam atau pemain sirkus. Apa yang dapat kita ambil dari kelenturan tubuh adalah sikap kita yang juga harus bisa seperti pegas.
Hukum pegas adalah semakin ditekan dia akan akan semakin melejit. Lihat juga ketika anak-anak bermain lompat-lompatan di kasur pegas, semakin anak kuat menekan pegas maka semakin melenting dia keatas.
Seorang manusia yang bahagia biasanya mempunyai karakter yang lentur, lenting dan tahan bantingan. Tidak masalah berapa banyak dia mengalami hal-hal yang mengecewakan dan gagal. Misalnya wirausahawan yang bangkrut, orang tua bercerai, kemalingan, kehabisan uang, pelajar yang mendapat nilai jelek ataupun seorang kandidat pempimpin yang kalah dalam pemilu. Semua individu pasti pernah mengalami peristiwa yang dianggap buruk atau sial.
Jika saya boleh berpendapat masyarakat Indonesia termasuk golongan yang sangat lenting, sangat kuat daya tahannya terhadap situasi dan kondisi apa pun. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang; rakyat disiksa, tanam paksa, menghadapi embargo pendidikan oleh penjajah dan kekejaman perang lainnya
Kemudian era kemerdekaan rakyat masih terus harus berjuang mengisi kemerdekaannya. Zaman orde lama, orde baru, reformasi dan kini kembali ke trend orde baru lagi. Rakyat masih tetap tegar dan bahkan rela berkorban walau nyawa sekalipun tantangannya. Rakyat Indonesia mati bukan karena bunuh diri. Hanya sedikit sekali statistic angka bunuh diri di Indonesia. Tidak seperti yang terjadi di negara maju dan negara lainnya, karena tidak tahan menghadapi ujian hidup mereka bunuh diri. Apalagi kini krisis sudah ekonomi sudah mulai menjalar dari Amerika menjalar ke Eropa dan Asia. Sedangkan Afrika memang sudah krisis sejak dahulu.
Harga minyak sudah mencapai harga $110 per barrel, harga emas sudah $1000 per troyounce (333,34 gram). Harga beras juga melangit, harga kebutuhan pokok hidup lainnya melonjak naik tajam.
Pada umumnya rakyat jelata yang lebih tahan banting, yang paling lentur terhadap situasi krisis. Seharusnya belajar manejemen krisis dari rakyat jelata, para petani dan buruh kasar, pekerja sektor informal.
Masa-masa krisis saat ini merupakan masa ujian bagi kita semua. Jika kita melihat peristiwa yang kita alami sebagai ketidak-beruntungan, maka yang masuk dalam otak dan pikiran kita adalah hal yang negatif. Tidak saya sarankan jika tertimpa musibah langsung menjadi stress. Namun mulailah biasakan mengontrol diri dengan cara bijaksana.
Cara bijkasana jika saya boleh ungkapkan, bersyukurlah setiap hari dengan cara menulis atau menginvetarisir hal-hal apa saja yang membuat hati Anda senang. Sikapilah peristiwa yang dianggap buruk sebagai kejadian yang akan hikmahnya. Hikmah mengandung arti bahwa ada sesuatu yang baik dibalik hal itu. Dalam konsep spiritual biasa disebut sebagai ujian. Ingat dalam kitab suci disebutkan manusia diciptakan untuk diuji.
Otak dan pikiran manusia yang ditimbulkannya setiap saat adalah berisi persepsi, tidak ada hal yang nyata (realitas) di dunia ini. Jika menurut Anda sesuatu hal itu buruk atau pembawa sial, kenyataannya belum tentu benar atau absolut.
Dalam teori sosiologi disebutkan fakta sosial sebagai sui generic, artinya masyarakat, kelompok, individu memandang sesuatu berdasarkan kesepakatan dari sudut pandang mereka. Misalnya; mogok kerja dianggap sikap patriotik di sebagian masyarakat Yunani. Sebaliknya kelompok masyarakat lain menganggap mogok kerja merupakan hal yang merugikan. Seorang pekerja di Yunani mengatakan satu hari mogok kerja maka gaji sebesar 60 euro akan dipotong oleh perusahaan kilang minyak negara tempat dia bekerja. Namun karena solidaritas yang tinggi dalam serikat pekerja di seluruh sektor di Yunani. Maka setiap diadakan hari mogok kerja, maka seluruh pekerja akan turut mogok dan tidak seorang pun yang masuk kerja.
Otak memegang peranan utama aktifitas setiap manusia. Sama halnya dengan DNA maka otak manusia juga tidak ada yang sama strukturnya. Hal ini dijelaskan kembali oleh Professor Fotini seorang guru besar ilmu biologi dari universitas Athena di Yunani. Menurutnya otak manusia harus dirawat dan dijaga baik-baik agar dapat menghasilkan pikiran cerdas dan positif.
Tiga rahasia agar otak kita cerdas adalah:
1. Memakan makanan yang sesuai untuk perkembangan otak. Misalnya, makanan yang banyak mengandung antioxidant ( buah-buahan), omega3 (telur, ikan dll). Hindari lemak yang berlebihan.
2. Olah raga otak. Otak juga butuh olah raga dengan cara mengisi TTS, rekreasi dan tentu saja berbagai jenis olah raga lainnya.
3. Tidur yang cukup.
Professor Fotini menyatakan bahwa sebagian besar manusia beraktifitas di siang hari, sehingga malam hari haruslah digunakan sebagai waktu tidur. Walau pun kita tertidur namun sel-sel otak tetap bekerja. Jika tiga hal tersebut Anda lakukan, maka Anda akan selamat dari penyakit sering lupa. Bukan lupanya para politisi yang ketika pemilu sering berjanji muluk-muluk dan ketika sudah terpilih dia lupa pada janji. Lupanya politisi memang disengaja.
Langganan:
Postingan (Atom)
