Minggu, 01 Juni 2008

Cara Unik Meluncurkan Buku

Cara Unik Meluncurkan Buku

“Human beings, who are almost unique in having the ability to learn from the experience of others, are also remarkable for their apparent disinclination to do so.”

~ Douglas Adams (Penulis Komik, 1952-2001)


Dari kejauhan dilaut lepas tampak seorang gadis pirang langsing berpakaian gaya cat woman warna merah terang berdiri tegak diatas jet ski sambil membawa tas transparan ala spionase (tas yang biasa para bandit gunakan menyimpan uang). Jet ski cepat itu mirip sekali yang biasa digunakan James Bond dalam adegan di film-filmnya.

Seketika jet ski mendekat ke kapal perang Royal Navy dan si gadis pirang naik ke atas dek kapal sambil menyerahkan tas kepada Sebastian Faulks. Isi tas dibuka dan muncullah buku seri terbaru James Bond yang dikeluarkan dalam 21 bahasa pada tanggal 28 Mei 2008 lalu.

Sebastian Faulks adalah penulis yang dipilih oleh ahli waris Ian Flemming untuk menulis seri terbaru lanjutan petualangan agen 007. “Devil May Care” ditulisnya dalam waktu 6 minggu dan sejak dikeluarkan kamis lalu buku ini sudah masuk daftar best seller di amazon.com British.

Di lain tempat, sore ini saya dikejutkan oleh berita di Star TV saluran televisi nasional Yunani. Berita sore jam 20.00 ( sore sebab musim panas matahari terbenam sekitar jam 21.00) memperlihatkan helicopter yang membawa Tung Dusem mengeluarkan uang kertas dari sebuah tas hitam. Ratusan orang berlari di lapangan sepak bola untuk menyambut uang yang berterbangan. Dikatakan oleh penyiar Star tv bahwa Tung Dusem adalah seorang penulis yang sedang meluncurkan bukunya terbaru. Dan impian Tung Dusem untuk membagikan uang kepada rakyat Indonesia dengan cara tersebut. Namun sayang oleh penyiar disebutkan lokasinya di Jakarta, padahal tepatnya di Serang.

Terlepas dari ide unik penerbit buku novel James Bond, Harry Potter atau pun Tung Dusem untuk memperkenalkan buku keluaran terbaru pada masyarakat. Acara launching buku merupakan saat penting yang merupakan salah satu kunci sukses lakunya buku di pasaran.

Sudah pasti saat diadakan launching buku dan media menyebar luaskannya, maka masyarakat mendapat informasi terbitnya buku tersebut. Ide- ide unik dalam meluncurkan buku ke pasar tentu saja akan mendapat kesan tersendiri dan menimbulkan curiosity (keingintahuan yang tinggi). Penasaran melihat keunikan launching bukunya, besar kemungkinan akan menarik masyarakat untuk membeli segera bukunya.
Di lain pihak, banyak penulis yang tidak mampu mengeluarkan biaya untuk mengadakan acara peluncuran buku. Akibat tidak ada dukungan biaya promosi dari penerbit atau pun penulisnya sendiri hidup kembang kempis.

Beberapa waktu lampau saya pernah ditawari beberapa potong kue coklat di toko buku di Athena. Sebelumnya saya berpikir, “kok tumben nih toko buku baik hati menyediakan kue?” Biasanya hanya air dan kopi yang selalu tersedia gratis. Setelah saya amati, ternyata disamping piring kue yang disajikan ada sebuah buku resep kue yang baru saja terbit. Jadi kue yang disajikan di toko adalah asli buatan penulisnya dan merupakan caranya meluncurkan buku.

Steven Blood seorang penulis naskah buku anak-anak, melelang naskahnya berikut hak ciptanya melalui e-bay di internet untuk mencari penerbit yang terbaik. Ada juga beberapa penulis atas izin dari penerbit melakukan promosi dengan cara memberi akses gratis beberapa halaman isi buku bahkan ada yang satu bab untuk didownload.

Di Indonesia sendiri saya melihat penerbit besar selalu memberi dukungan promosi dengan cara launching buku di mall dan resensi di media massa. Sedangkan penerbit menengah dan kecil, mulai merambah masuk ke kampus-kampus. Dan juga melakukan diskusi dan bedah buku di tempat-tempat yang gratis atau pun dengan cara win-win solutions.

Pengalaman pribadi, ketika meluncurkan buku pertama Perkawinan Antarbangsa; Love and Shock. Saya dan EO bergerilya mencari sponsor, sebab sesuai perjanjian dengan penerbit tidak ada bantuan dana promosi buku. Saya memilih tempat di Blizt dengan asumsi bahwa sasaran pembaca buku adalah anak muda dan remaja yang belum menikah.

Semuanya itu merupakan cara-cara unik dari sekian cara untuk mempromosikan buku agar menarik minat pembeli. Mungkin di masa datang akan muncul ide unik lain yang mungkin bisa disebut ide gila cara meluncurkan buku.

Megara, 2 Juni 2008.

1 komentar:

Agus mengatakan...

Terima kasih bu Tati, telah menampilkan buku saya di blog Anda...

Salam dahsyat,

Agus