Jumat, 04 Juli 2008

Bisnis Buku Di Indonesia


The man who does not read good books has no advantage over the man who can't read them. ~Mark Twain, attributed




Jika ada yang mengatakan bisnis buku di Indonesia sedang buram, saya tidak setuju.
Walau pun ada beberapa penerbit buku pelajaran sekolah yang bernasib kelabu. Fakta pasar buku di Indonesia, khususnya masyarakat pecinta buku semakin banyak jumlahnya.

Trend buku di Indonesia masih didominasi oleh larisnya buku-buku agama Islam.Tentu saja hal ini tidak mengherankan. Sebab jumlah mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Buku yang bertema pengembangan diri dan motivasi masih diminati banyak orang. Namun banyaknya buku yang bertema motivasi muncul hanya karena mengikuti trend pasar yang sedang booming, sehingga kualitas isi buku tidak banyak memberi informasi baru.

Di Indonesia ketika buku The Secret laris bak kacang goreng, langsung banyak penulis dan penerbit yang berusaha mengikuti momentum tersebut. Entah ada berapa judul buku yang memakai judul dengan kata rahasia. Berbeda dengan Indonesia, di luar negeri, khususnya penerbit besar di UK seperti Penguin sangat berhati-hati sekali dalam menerbitkan sebuah judul buku.

Mengamati buku non fiksi, di Amerika trend buku motivasi tampaknya mulai mengalami masa jenuh. Kini orang Barat tertarik dengan buku tema spiritual. Buku yang mengetengahkan kisah nyata dan berhubungan dengan masalah kesehatan tetap diminati banyak pembaca. Setelah buku Eat, Love and Pray kisha nyata perjalanan penulisnya ke Italia, India dan Indonesia bestseller di dunia, kini buku berjudul The last Lecturer juga muncul menghebohkan US dan Eropa. Buku kisah nyata seorang guru besar mud ayang terkena kanker, langsung menghiasi rak buku toko dalam sekejap habis.

Sedangkan buku non fiksi, kisah horor, misteri dan science fiction tetap masih teratas diminati sepanjang zaman. Lihat saja buku bestseller di amazon.com di US maupun Jerman(amazon.de)buku tetralogi Stephenie Meyer menduduki tempat teratas sebagai buku bestseller.

Terlepas dari krisis ekonomi global yang melanda dunia. Dunia buku di Indonesia dan di mana saja masih tetap bersinar. Penerbit buku sekolah yang tadinay kelabu kini mulai banting setir kearah buku-buku populer.

Anda sebagai pembaca, pecinta buku, penulis buku atau pun hanya pemerhati. Mari lah kita ramaikan dunia buku di Indonesia dengan berbondong-bondong menghadiri setiap acara Pesta Buku maupun diskusi buku dan jenis acara lainnya yang ada bukunya.


Megara- Yunani,05 Juli 2008

2 komentar:

Gandhi Anwar mengatakan...

http://pestabukujakarta.com/index.php?option=com_content&task=view&id=114&Itemid=43#jc_writeComment

Terima kasih pak/bu atas koreksi dan ilmu yang sudah dibaginya.

Semoga sukses selalu.

Wassalam.


Gandhi
http://BaruTau.co.cc

Roy Thaniago mengatakan...

Mimpi saya punya toko buku. Biar bisa baca buku ampe puas tapi ga bikin kantong tipis. hehe.. Salam kenal!