Senin, 07 April 2008

Tampil di Star TV Yunani

“I see only the goal... all obstacles must give way.”
— Napoleon



Jumat petang ketika sedang bermain dengan anak bungsu terdengar telepon berdering. Secepatnya saya minta si kakak mengangkat telepon. Kakak yang fasih bahasa Yunani, tampak senyum berbincang di telepon. Beberapa kali disebutnya nama Habiba; seorang teman warga Maroko yang telah 13 tahun menikah dengan pria Yunani.

Seketika diopernya telepon “Mam ini dari Pak Na’im,” kata si kakak sambil menyodorkan telepon wireless. Si bungsu menangis dan hendak bicara di telepon juga.
Naim al Ghandour adalah Ketua Perkumpulan Orang Arab di Yunani. Dia berasal dari Mesir dan istrinya seorang wanita Yunani. Istrinya asli Yunani namun tampak seperti wanita Arab.

Setelah saling mengucapkan salam dan saling bertanya mengenai kabar masing-masing keluarga. Akhirnya Pak Naim bertanya “Apakah bisa hari Senin datang ke Star tv dalam acara Boro (Bisa)?”

“Tentang apa topiknya?” saya balik bertanya
“Tentang kehidupan orang Yunani yang menikah dengan orang asing,” jawabnya.

“Kalau begitu, saya diskusikan dahulu dengan suami dan insyaAllah besok kami kasih kabar,” saya bertutur dan menutup pembicaraan kami.

Setelah anak-anak tidur malam harinya, saya mencari info sebanyak-banyaknya mengenai acara “Boro”. Walau pun sudah sering melihat acara talk show ini yang ditayangkan setiap Senin hingga Jumat pada jam 4.00 petang, tetap belum puas kalau belum tahu siapa sutradara acara ini.

Berhasil melihat beberapa show Boro yang lampau dan juga berhasil melihat sejarah talk show ini. Hingga membuka website www.star.gr yang menampilkan wajah Anna Drouza di halaman mukanya. Anna Drouza adalah pemandu acara “Boro”.

Singkat cerita, siang tadi saya menelpon Pak Naim dan mengatakan kami bersedia hadir di talk show hari Senin. Selang beberapa menit kemudian Anna Drouza menelpon ke rumah kami. Kembali si kakak yang jago bahasa Yunani, mengangkat telepon dan ebros obros, dia tanya siapa yang menelpon.

“Oh Mam i Anna Drouza,” katanya nampak kaget sambil meyodorkan telepon.
“Kalimera….. .. bla…..bla…..” Singkat kata saya diinterview Anna Drouza melalui telepon dan dia ingin berbicara dengan suami sore hari.

Selang beberapa jam dia menelpon kembali. Ketika saya membawa anak-anak tidur siang di kamar atas terdengar suara suami “Besok kru tv Star mau datang jam 3 sore, kita harus membersihkan rumah!”

Baru sebagian rumah yang rapi, saya sudah pegel punggung…habis sholat isya mau langsung tidur….


Senin siang jam 13.00 kami dijemput oleh kru (floor man) menuju daerah Kifissia di Athena. Kami dijemput lebih awal karena live show memerlukan persiapan lebih awal.

Acara talk show berlangsung jam 4.35 sore. Topik yang diketengahkan mengenai “Cinta Tanpa Batas Wilayah”. Di awal acara ditampilkan sebuah video, kisah pria Yunani yang menikahi wanita Turki. Setelah beberapa bulan menikah diketahui oleh pria Yunani bahwa kakek(kakek beberapa keturunan sebelumnya) istrinya lah yang membunuh kakeknya (kakek keturunan sebelumnya). Hal itu terjadi ketika masa perjuangan kemerdekaan Yunani dari pihak Kesultanan Ottoman. Yunani dijajah Turki selama lebih 400 tahun.


Mengetahui hal tersebut terjadi, suami yang berasal dari Yunani menceraikan istrinya. Tidak hanya sampai disitu, suami juga mengejar istrinya dan ingin balas dendam. Akhirnya pria Yunani itu ditangkap polisi dan dipenjara di Turki.

Dibincangkan dalam talk show, masalah mengapa kedua pasangan menikah di Turki. Lalu ditelpon-lah walikota daerah asal pria tempat tinggal pri atersebut. Bapak Walikota mengatakan bahwa orang Turki sulit mengurus izin masuk ke wilayah Yunani.

Setelah video pasangan Yunani-Turki selesai dibahas. Pembawa acara Anna Drouza mulai mewawancarai pasangan Yunani-Argentina. Ada tiga pasang suami –istri yang ditampilkan dalam acara talk show Senin petang tersebut. Saya dan suami asal Yunani, lalu Maketa wanita Ethiopia dan tunangannya Nectarios asal Yunani . Maria wanita Yunani dan suaminya Luois asal Argentina.

Louis menceritakan kisahnya sebagai pria asing yang tinggal di Yunani. Dikatakannya bagaimana sulitnya mengurus izin tinggal di Yunani. Kemudian dia merasa ada rasisme di Yunani. Luios dan Maria menetap di Athena. Mereka berdua bekerja sebagai penari Tango professional. Setelah diinterview pasangan ini kemudian menari Tango.

Selang 5 menit iklan, kemudian diwawancarai pasangan dari Ethiopia dan Yunani. Maketa berusia 26 tahun, badannya tinggi, hidungnya mancung dan dia tampak sangat menarik. Nectarios pria Yunani yang tinggi dengan rambut ikal dan wajahnya ganteng. Maketa menjelaskan bahwa dia datang ke Yunani untuk melanjutkan sekolah. Anna Drouza kembali mencecarnya dengan pertanyaan “Kok ke Yunani yang bahasanya sangat sulit dipelajari? Kenapa tidak ke Perancis?”

Maketa menjawab bahwa dia memang ingin ke Yunani. Maketa tidak banyak berbicara dan lebih banyak Nectarios berbincang. Dikisahkannya mengenai bagaimana mereka awalnya bertemu. Ketika dipertemukan Maketa dan orang tuanya tidak ada masalah sama sekali, walau pun Maketa kulitnya hitam asal benua Afrika.

Akhirnya tiba pada giliran kami. Saya ditanya mengenai pakaian tradisional Indonesia. Saya jelaskan di Indonesia ada lebih dari 360 suku dan tiap suku pakaiannya berbeda. Namun kaum wanita punya baju nasional yang disebut Kebaya. Saya memakai kebaya dan kain songket.

Suami yang menjelaskan bagaimana kisah awal pertemuan kami. Suami yang menjelaskan bagaimana kisah awal pertemuan kami. Suami juga menjelaskan mengenai pekerjaan saya dahulu di Jakarta dan pekerjaan saya menulis di rumah pada waktu senggang.

Seorang pengacara yang hadir tampak kaget ketika suami menceritakan kisah perjalanan karir saya bekerja di BUMN dan sebelumnya bekerja sebagai peneliti di Depkes. Pengacara wanita itu lalu berkomentar "Wah sudah punya karir bagus di Jakarta. Berkorban datang ke Yunani, Anda harus fasih berbahasa Yunani," katanya memberi saya motivasi agar belajar bahasa Yunani. Maklum sudah lima tahun menetap di Yunani, bahasa Yunani saya payah sekali. Sebab di rumah suami memakai bahasa Inggris. Saya dan anak-anak setiap hari berbahasa Indonesia. Suami hanya berbahasa Yunani dengan
anak-anak saja.


Psikolog yang berusia 26 tahun, bertanya mengenai apakah anak-anak kami pernah bertanya mengapa warna kulitnya beda, hidungnya beda dengan teman lainnya. Saya jawab, bahwa anak-anak saya tidak pernah bertanya masalah beda fisik mereka dengan teman mereka yang asli Yunani.
Bahkan saya jelaskan, Barak Obama, Tiger Wood adalah anak hasil perkawinan antarbangsa yang sukses. Saya selalu memberi anak-anak saya motivasi agar sukses dunia dan akhirat.
Di akhir acara, saya berikan buku pertama saya; Love&Shock. Buku yang tinggal satu-satunya dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Anna Drouza menerimanya dengan senang hati. Walau dia tidak bisa berbahasa Indonesia dan jika dibacanya pun dia tidak mengerti.


Si bungsu Posiedona Hadi yang ikut tampil bersama kami, dia menarik hati produser acara “Boro” ini. Beberapa kali wajah Hadi menghiasi bincang ini. Si Kakak melapor ketika kami sampai di rumah. Kakak menceritakan bagaimana adiknya tampak lucu di layar tv, bahkan Hadi sempat mengupil juga disorot tv.


Acara yang tampil live show ini ditonton oleh para tetangga di Megara. Bahkan kenalan lama yang tidak pernah kontak, menelpon ke rumah setelah melihat kami di Star tv.


Kembali ke Megara kami diantar oleh kru. Sempat juga saya wawancari kru yang bertugas sebagai “floor man”. Saya tanya mengenai gajinya dan bagaimana seluk beluk kerja di broadcasting. Ternyata gajinya hanya 1000 euro perbulan dan kerjanya mulai jam 9 pagi hingga 9 malam. Untuk ukuran gaji memang kecil dan dia berencana keluar dari dunia broadcast setelah lulus kuliah dan memilih akan menjadi guru di SMA.

2 komentar:

WURYANANO mengatakan...

Wah...Mbak Hartati,

Saya baca posting Anda ini serasa berada di Yunani lho.
Rasanya menyenangkan banget ya Mbak di negeri Yunani, negerinya para Dewa penguasa jagad, dalam mitologinya...

Kisah perjalanan cinta Mbak Hartati sampai Yunani, apa sudah dituliskan ke dalam Buku atau Novel?

Bisa jadi akan ngetop lho Mbak, seperti Novel Ayat-ayat Cinta yang bernuansa Arab Timur Tengah.

Ok, trims atas comment nya. Semoga selalu sukses dan bahagia di Yunani ya.

Salam buat keluarga,
Wuryanano

Dewi's Area mengatakan...

Hallo.. Mbak Tati

Aku udah baca blognya mbak Tati yang sama enaknya kalau baca bukunya mbak yang Love & Shock (favoritku banget tuh^^).Aku dapet banyak pengetahuan baru tentang pernikahan beda bangsa yang selama ini aku impikan..^_^..
Kalau aku baca tulisan mbak Tati di blog ini aku ngerasa pengen banget kayak mbak yang punya kehidupan nyaman dan aman di Eropa,,apalagi di Yunani yang denger2 nih indahnya bukan main..
Kayaknya itu aja dulu comment dari aku..
Salam,
^^Dewi - Yogyakarta - Indonesia^^